JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pendataan pada gelaran Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 90,88% dari total daftar awal (prelist), Senin (10/8/2026).
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa capaian pendataan lapangan berjalan sangat positif, bahkan terdapat beberapa provinsi yang hasil pencatatannya telah melampaui angka 100% dari target prelist awal.
“Menuju Agustus akhir, kami terus menyisir kualitas. Cakupannya tidak boleh ada yang terlewat. Kalau sudah menembus 100% dari prelist bukan berarti berhenti. Kami memastikan di lapangan tidak ada yang belum tercatat,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Dukungan Pemda dan Jadwal Lengkap Pendataan
Amalia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah (pemda) untuk terus memberikan dukungan penuh agar proses pengumpulan data ekonomi di masing-masing wilayah dapat tersaji secara lengkap dan akurat.
Data komprehensif hasil sensus tersebut nantinya akan diserahkan kembali kepada para kepala daerah sebagai pijakan utama dalam merumuskan dan menetapkan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah.
“Ini nantinya manfaatnya kembali lagi ke bapak ibu kepala daerah untuk kemudian bisa menyusun kebijakan yang lebih berbasis data terkini dan lengkap,” jelas Amalia.
Sebagai informasi, sensus ekonomi merupakan agenda statistik berskala nasional yang rutin diselenggarakan oleh BPS setiap sepuluh tahun sekali.
Pada tahun ini, sensus ekonomi dilaksanakan melalui dua skema utama, yaitu pengisian kuesioner secara daring mandiri pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026, serta pendataan secara langsung dari pintu ke pintu (door-to-door) oleh petugas mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Jaminan Kerahasiaan Data dan Bukan untuk Kepentingan Pajak
Kendati menunjukkan progres signifikan, pelaksanaan pendataan di lapangan sempat menghadapi kendala akibat adanya kekhawatiran sebagian masyarakat terkait potensi penggunaan data sensus untuk kepentingan penarikan pajak.
Menanggapi keraguan tersebut, BPS menegaskan bahwa seluruh data pelaku usaha yang dihimpun dalam Sensus Ekonomi 2026 dijamin kerahasiaannya dan murni dimanfaatkan untuk tujuan statistik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menerima petugas sensus, mengisi data dengan benar, dan tidak perlu khawatir karena kerahasiaan data akan kami jaga sebaik-baiknya,” tegas Amalia.
Seluruh hasil pendataan ini nantinya akan diolah oleh pemerintah sebagai landasan perumusan kebijakan ekonomi makro yang lebih tepat sasaran, mutakhir, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
“Data yang dihasilkan akan kembali dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat melalui kebijakan ekonomi yang lebih tepat dan berbasis pada data yang lengkap serta mutakhir,” pungkas Amalia.
