JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat langkah Indonesia untuk menjadi pusat industri baterai kendaraan listrik (EV) di kawasan. Salah satu upaya strategis dilakukan melalui peninjauan langsung terhadap fasilitas produksi sel baterai untuk memastikan kesiapan ekosistem EV nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, mengatakan peninjauan dilakukan di fasilitas PT HLI Green Power di Karawang, Jawa Barat.
“Kunjungan kami untuk meninjau perkembangan serta kesiapan ekosistem baterai kendaraan listrik dalam mendukung pembangunan industri EV terintegrasi di Karawang,” ujarnya, dikutip pada Minggu (16/11/2025).
PT HLI Green Power merupakan perusahaan joint venture antara Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution dengan nilai investasi mencapai US$1,2 miliar atau setara Rp20,04 triliun. Pabrik ini mampu memproduksi hingga 10 GWh per tahun, cukup untuk memasok hingga 150.000 unit kendaraan listrik.
Ali menyebut pabrik ini digadang sebagai salah satu produsen baterai EV terbesar dan paling strategis di Indonesia, sekaligus menjadi fondasi penting bagi terbangunnya ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir.
“Peninjauan ini merupakan langkah pemerintah memperkuat implementasi proyek baterai kendaraan listrik yang terintegrasi,” tutur Ali.
Selain aspek produksi, Ali menegaskan bahwa proyek pengembangan industri baterai nasional memiliki nilai strategis besar dalam mendorong investasi global, inovasi teknologi, dan penciptaan lapangan kerja di sektor energi baru terbarukan.
Dari sisi ekonomi, industri baterai listrik berpotensi memberikan nilai tambah signifikan melalui peningkatan peluang ekspor, penguatan neraca perdagangan, serta menciptakan efek berganda bagi sektor industri pendukung seperti pertambangan nikel dan komponen elektronik.
“Industri baterai EV di Karawang akan menjadi penggerak utama ekosistem kendaraan listrik nasional dari hulu ke hilir.” — Ali Murtopo Simbolon
