AS Pangkas Tarif Impor Kopi & Pisang untuk Tekan Inflasi

WASHINGTON D.C.,  – Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah menyiapkan langkah agresif untuk menahan laju inflasi yang kembali merangkak naik hingga menyentuh 3% pada September 2025. Salah satu kebijakan utama yang akan ditempuh adalah pemangkasan tarif bea masuk untuk komoditas yang tidak diproduksi di dalam negeri, seperti kopi, pisang, dan berbagai buah tropis lainnya.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa penurunan tarif impor tersebut bertujuan untuk menekan harga pangan dan meningkatkan daya beli rumah tangga Amerika.

“Pemerintah akan memotong bea masuk atas sejumlah komoditas yang tidak ditanam di AS,” ujar Bessent, Kamis (13/11/2025).

Kebijakan ini merupakan bagian dari paket penanganan inflasi yang juga beririsan dengan berbagai strategi fiskal global.

Baca Juga: Uzbekistan Bangun Zona Bebas Pajak untuk AI Global

Inflasi Diprediksi Mereda Mulai 2026

Menurut Bessent, pemangkasan tarif impor akan membuat tekanan harga pangan mulai surut pada kuartal I–II tahun 2026. Dampaknya, upah riil masyarakat AS juga diperkirakan membaik, terlebih setelah kebijakan perpajakan terbaru dalam One Big Beautiful Bill Act mulai berlaku penuh.

Baca Juga: Bangladesh Modernisasi Sistem Restitusi PPN

Pemerintah AS juga menyiapkan tariff rebate sebesar US$2.000 bagi keluarga dengan pendapatan kurang dari US$100.000 per tahun. Penasihat Gedung Putih Stephen Miller mengatakan peningkatan penerimaan bea masuk memungkinkan langkah tersebut.

“Dengan pendapatan yang tinggi berkat bea masuk, kita bisa memberikan tariff rebate kepada warga AS,” ujar Miller, dikutip dari Politico.

Inflasi AS Terus Mendaki Sepanjang 2025

Data menunjukkan inflasi tahunan AS terus meningkat:

Kenaikan tersebut memicu kekhawatiran pasar, terutama karena harga pangan dan energi ikut terdorong naik. Pemerintah berharap pemangkasan bea masuk dapat meredam tekanan harga barang impor dan memperkuat daya beli masyarakat.

“Pemangkasan tarif atas kopi dan pisang diharapkan dapat langsung menurunkan harga pangan dan memperkuat daya beli masyarakat AS.”

Exit mobile version