website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Tuesday, 13 October 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Kemenkeu Tindak Praktik Underinvoicing 10 Perusahaan

Yesaya Dapot Tua Sitompul by Yesaya Dapot Tua Sitompul
June 21, 2026
in Nasional
0 0
0
Kemenkeu Tindak Praktik Underinvoicing 10 Perusahaan
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Pemerintah secara tegas menyatakan komitmennya untuk memaksimalkan kantong penerimaan negara melalui optimalisasi serta perbaikan sistem perpajakan yang sudah berjalan, ketimbang menciptakan jenis pungutan baru. Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini guna mencegah pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Kementerian Keuangan kini mulai memperketat pengawasan dan membidik berbagai modus kecurangan, salah satunya adalah praktik underinvoicing.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini bahwa dengan membenahi struktur ekonomi makro domestik serta menertibkan sistem pemungutan yang ada, penerimaan pajak nasional akan meningkat secara otomatis tanpa perlu membebani masyarakat dengan tarif baru. Otoritas fiskal menilai ruang optimalisasi dari administrasi perpajakan yang ada saat ini masih sangat besar untuk digali demi menopang ketahanan fiskal.

Baca Juga: Pemprov Wajib Lakukan Penyerahan Data Ke DJP

Modus Manipulasi Nilai Transaksi Sektor Usaha

Dalam dunia bisnis, manipulasi berupa praktik underinvoicing umumnya dilakukan oleh oknum pelaku usaha dengan cara melaporkan nilai transaksi yang jauh lebih rendah daripada harga aslinya di pasar. Tindakan melawan hukum ini sengaja ditempuh semata-mata demi mengurangi beban kewajiban pembayaran pajak yang seharusnya disetorkan ke kas negara, sehingga mencederai prinsip keadilan berusaha.

Menkeu menegaskan bahwa pembenahan internal dan penertiban sistem pemungutan menjadi prioritas utama kementeriannya pada saat ini. Penegasan mengenai arah kebijakan strategis ini disampaikan secara lugas oleh Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (16/3/2026).

“Tapi yang pertama ya kami akan betulin perolehan pajak kita, betulin ekonominya, otomatis pajaknya naik,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Baca Juga: Menkeu Lakukan Mutasi Pegawai DJA ke DJP Demi Efisiensi

Kemenkeu Deteksi 10 Perusahaan Pelanggar Hukum

Melalui pelaksanaan pemantauan serta pengawasan yang intensif di lapangan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan telah mendeteksi sedikitnya 10 perusahaan yang terindikasi kuat melakukan penyelewengan tersebut. Temuan ini menjadi bukti awal bahwa penertiban administrasi perpajakan mendesak untuk segera ditegakkan secara menyeluruh terhadap para pelaku usaha yang tidak patuh.

“Kami deteksi perusahaan-perusahaan mana yang underinvoicing, dan jumlahnya berapa. Saya pikir upaya itu akan memperbaiki terus income kita ke depan. Saya tes 10 perusahaan, semuanya underinvoicing,” ungkap Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa secara transparan.

Walaupun data dan identitas dari 10 korporasi yang terindikasi melakukan pelanggaran ini sudah sepenuhnya dikantongi oleh aparat pemerintah, Kemenkeu menegaskan bahwa nilai pasti mengenai seberapa besar kerugian keuangan negara akibat manipulasi tersebut masih dalam proses penelusuran serta perhitungan lebih lanjut. Tindakan tegas berupa penertiban terhadap 10 perusahaan ini diharapkan tidak hanya mengamankan hak negara, tetapi juga bisa menjadi sinyal peringatan yang kuat agar para pelaku usaha lainnya di tanah air lebih patuh pada hukum perpajakan yang berlaku.

Sumber Terkait:

  • Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Yesaya Dapot Tua Sitompul

Yesaya Dapot Tua Sitompul

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Tata Cara Pelaporan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Status Nihil Menggunakan Coretax Form

April 30, 2026
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

8
SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

4
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
DJP Perkuat Pengawasan Harta Wajib Pajak Kaya Lewat AI

DJP Perkuat Pengawasan Harta Wajib Pajak Kaya Lewat AI

October 13, 2026
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

October 13, 2026
DJP Kejar Rp750,1 Triliun demi Target Pajak 2026

DJP Kejar Rp750,1 Triliun demi Target Pajak 2026

October 13, 2026
Pendapatan Negara Tembus Rp2.341,5 Triliun per September

Pendapatan Negara Tembus Rp2.341,5 Triliun per September

October 13, 2026

Recent News

DJP Perkuat Pengawasan Harta Wajib Pajak Kaya Lewat AI

DJP Perkuat Pengawasan Harta Wajib Pajak Kaya Lewat AI

October 13, 2026
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

October 13, 2026
DJP Kejar Rp750,1 Triliun demi Target Pajak 2026

DJP Kejar Rp750,1 Triliun demi Target Pajak 2026

October 13, 2026
Pendapatan Negara Tembus Rp2.341,5 Triliun per September

Pendapatan Negara Tembus Rp2.341,5 Triliun per September

October 13, 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version