Didanai Pajak, Subsidi BBM hingga Pupuk Tembus Rp315 Triliun pada 2025

JAKARTA – Pemerintah mencatat penyaluran subsidi dan kompensasi untuk berbagai komoditas strategis telah mencapai Rp315 triliun sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Dana tersebut digelontorkan untuk menjaga keterjangkauan harga BBM, LPG 3 kg, listrik, pupuk, serta pembiayaan perumahan bersubsidi.

Realisasi belanja subsidi dan kompensasi tersebut setara 66,3% dari pagu APBN 2025 sebesar Rp498,8 triliun. Meski masih on track, penyaluran tahun ini tercatat sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama 2024, turun sekitar 3,7% dari Rp327 triliun.

“Subsidi dibayarkan rutin. Kompensasi 2024 sudah lunas, kompensasi kuartal I 2025 juga telah dibayar,”

— Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pembayaran subsidi kepada badan usaha penyalur berjalan lancar. Pemerintah juga terus mempercepat pelunasan kompensasi, termasuk untuk kuartal II/2025 yang diperkirakan bisa dibayarkan bulan ini atau awal bulan depan.

Realisasi Penyaluran Tiap Komoditas

Secara rinci, dana Rp315 triliun tersebut dialokasikan untuk lima kelompok barang dan program bersubsidi sebagai berikut.

1. BBM Bersubsidi

Penyaluran BBM subsidi telah mencapai 13,91 juta kiloliter atau sekitar 72% dari kuota 19,41 juta kiloliter dalam APBN 2025. Pemerintah memastikan stok dan kuota subsidi masih memadai hingga akhir tahun.

2. LPG 3 Kilogram

LPG 3 kg tersalurkan sebanyak 6,35 juta ton dari target 8,17 juta ton. Penyaluran ini menjadi salah satu bantalan utama agar kebutuhan energi rumah tangga tetap terjaga di tengah fluktuasi harga global.

Baca Juga: Trump Siapkan Stimulus US$2.000 dari Bea Masuk, Tapi Perlu Restu Parlemen

3. Listrik Bersubsidi

Subsidi listrik telah menjangkau 42,5 juta pelanggan, melampaui target 42,1 juta pelanggan. Kinerja ini menandakan semakin luasnya masyarakat yang menikmati akses listrik dengan tarif terjangkau.

Baca Juga: DJP Beberkan Tantangan Berat Penerapan Cooperative Compliance di Indonesia

4. Pupuk Bersubsidi

Pupuk bersubsidi telah tersalurkan 6,5 juta ton atau sekitar 73% dari target 8,9 juta ton. Pemerintah menilai penyaluran pupuk krusial untuk menjaga produktivitas pertanian dan stabilitas pangan nasional.

5. Perumahan Bersubsidi (FLPP)

Untuk program perumahan bersubsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), pemerintah telah menyalurkan subsidi kepada 172.100 rumah atau 72% dari target 240.000 unit.

Subsidi Didanai dari Pajak

Seluruh subsidi tersebut bersumber dari APBN. Pajak menjadi tulang punggung pembiayaan negara karena menyumbang sekitar 70% penerimaan APBN. Artinya, menjaga kinerja perpajakan tetap kuat menjadi kunci agar program perlindungan masyarakat ini berkelanjutan.

Baca Juga: Banyak Keluhan Restitusi Tak Mulus, DPR Tegur Dirjen Pajak

Sumber Terkait 

Exit mobile version