JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, optimistis perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk rumah hingga 2027 akan membantu mengurangi tingginya backlog perumahan di Indonesia.
Backlog perumahan menggambarkan selisih antara jumlah rumah yang tersedia dengan jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat. Data terbaru menunjukkan backlog mencapai 9,9 juta unit, atau hampir 10 juta rumah tangga belum memiliki hunian layak.
“Ada PPN ditanggung pemerintah sampai 2027 sehingga harapannya backlog perumahan bisa kita kurangi.”
— Airlangga Hartarto
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga dalam Rapimnas Kadin 2025. Menurutnya, insentif fiskal menjadi salah satu cara paling efektif untuk mempercepat akses kepemilikan rumah, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah.
Baca juga: PPh Badan Melemah 9,6%, DJP Beberkan Penyebab Utama
Insentif PPN DTP Diperpanjang Hingga 2027
Pemerintah sebelumnya menetapkan insentif PPN DTP 100% untuk pembelian rumah hingga Desember 2025. Melalui kebijakan baru, fasilitas tersebut diperpanjang dua tahun hingga 2027 untuk memperluas akses kepemilikan hunian.
Skemanya masih sama seperti sebelumnya, yakni:
- PPN DTP berlaku untuk pembelian rumah hingga Rp2 miliar penuh.
- Pembelian rumah hingga Rp5 miliar masih mendapat PPN DTP untuk porsi hingga Rp2 miliar, sisanya ditanggung konsumen.
Baca juga: Setoran PPN Merosot: Industri Melemah & Restitusi Membengkak
Langkah Pemerintah Perkuat Akses Hunian
Selain insentif PPN DTP, pemerintah juga terus mendorong pembangunan sektor perumahan melalui Program 3 Juta Rumah, yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah sebagai upaya memperkecil backlog.
Adapun dasar hukum insentif saat ini adalah PMK 60/2025, yang mengatur pemberian PPN DTP sampai 2025. Regulasi baru akan terbit tahun depan untuk menyesuaikan pagu anggaran 2026–2027 dan memastikan keberlanjutan insentif.
“Insentif PPN DTP bukan hanya stimulus properti, tapi juga instrumen mempercepat akses hunian layak bagi jutaan keluarga.”
