Razia Rokok Ilegal Digencarkan, Bea Cukai Sasar Pasar hingga Edukasi Petani
JAKARTA – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terus memperketat upaya pemberantasan rokok ilegal melalui razia pasar, edukasi publik, hingga pelatihan bagi petani tembakau di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan untuk menekan peredaran produk ilegal yang merugikan negara dan mengancam keberlanjutan industri.
Kasubdit Humas dan Penyuluhan DJBC Budi Prasetiyo menegaskan bahwa keberhasilan memerangi rokok ilegal tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.
“Melawan rokok ilegal berarti menjaga kesehatan, melindungi pelaku usaha yang taat aturan, dan memastikan penerimaan negara kembali ke masyarakat.”
— Bea dan Cukai RI
Ia menambahkan, edukasi yang berkelanjutan sangat penting agar masyarakat memahami bahwa memilih dan menjual rokok legal turut mendukung pembiayaan berbagai program pemerintah yang dibiayai dari penerimaan cukai hasil tembakau.
Baca juga: Purbaya Ultimatum Bea Cukai Berbenah dalam Setahun atau Terancam Dibekukan
Edukasi Masif di 5 Daerah
Menurut Budi, DJBC menggelar sosialisasi serentak di Jakarta, Jambi, Pematangsiantar, Bandung, dan Bireuen. Setiap daerah menerapkan pendekatan berbeda sesuai karakteristik wilayah dan kelompok sasaran, mulai dari pedagang pasar hingga petani tembakau.
1. Jakarta – Razia Pasar Bersama Satpol PP
Di Jakarta, petugas Bea Cukai menggandeng Satpol PP Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan sosialisasi langsung kepada pedagang di sejumlah pasar tradisional. Para pedagang diberi pemahaman mengenai ciri-ciri rokok ilegal, cara mengenali pita cukai palsu, serta ancaman pidana bagi pelaku yang memperjualbelikan produk ilegal.
“Pedagang adalah garda terdepan dalam menolak peredaran rokok ilegal. Edukasi langsung di lingkungan pasar memperkuat peran mereka dalam menyaring produk yang dijual kepada masyarakat,” ujar Budi.
Baca juga: Kemenkeu Tegaskan UMKM Belum Wajib Lapor Keuangan Melalui FRSW
2. Pematangsiantar – Edukasi Lewat Talkshow
Di Pematangsiantar, petugas Bea dan Cukai memanfaatkan format talkshow untuk menjangkau masyarakat luas. Dalam kegiatan tersebut dipaparkan ciri rokok ilegal, ancaman sanksi hukum, serta dampaknya terhadap keuangan negara.
Petugas menekankan bahwa peredaran rokok ilegal dapat mengurangi penerimaan negara dari cukai, yang pada gilirannya berpotensi menghambat pembiayaan program pembangunan dan layanan publik yang bersumber dari APBN. Selain itu, industri hasil tembakau yang legal juga dapat terdampak, termasuk potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) apabila pasar dibanjiri produk tanpa cukai resmi.
3. Jambi – Pelatihan dan DBH CHT untuk Petani Tembakau
Sementara itu, Bea Cukai Jambi fokus memberikan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) bagi para petani tembakau. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani sekaligus menanamkan pemahaman bahwa maraknya rokok ilegal dapat mengganggu keberlanjutan industri tembakau di daerah.
Melalui pelatihan ini, petani diharapkan semakin paham bahwa kepatuhan terhadap ketentuan cukai ikut menjaga stabilitas harga tembakau dan menciptakan persaingan usaha yang sehat di antara pelaku industri.
Baca juga: DJP Minta Deposit Pajak Segera Dipindahbukukan agar Kepatuhan Lebih Tepat
Komitmen Gandeng Masyarakat
Budi menegaskan bahwa DJBC akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas pedagang, tokoh masyarakat, hingga kelompok petani. Menurutnya, keterlibatan langsung masyarakat menjadi kunci penting keberhasilan pemberantasan rokok ilegal.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran rokok tanpa pita cukai, menggunakan pita cukai palsu, atau dijual dengan harga jauh di bawah harga pasar yang wajar. Jika menemukan indikasi tersebut, masyarakat diharapkan berani melapor kepada aparat terkait.
“Rokok ilegal bukan hanya persoalan penerimaan negara, tetapi juga ancaman bagi kesehatan, ekonomi, dan keberlangsungan usaha yang patuh aturan.”
“Pemberantasan rokok ilegal mustahil dilakukan tanpa keterlibatan publik. Ini adalah tugas bersama, dan kami di Bea Cukai berkomitmen untuk terus hadir di lapangan memberikan edukasi sekaligus penegakan hukum,” tegas Budi.
