SURABAYA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat fungsi Balai Laboratorium Bea dan Cukai (BLBC) sebagai garda pendukung utama pengawasan kepabeanan di Indonesia.
Dalam kunjungannya ke BLBC Kelas II Surabaya, Purbaya menyebut fasilitas laboratorium tersebut sudah berjalan baik, namun tetap perlu perawatan dan penyempurnaan agar mampu mengimbangi dinamika perdagangan internasional.
“Untuk laboratorium kondisinya bagus. Saya sudah katakan kepada mereka jika ada yang kurang perawatan agar dikasih tahu sehingga kita bisa lengkapi,” ujarnya, dikutip Kamis (13/11/2025).
Pengawasan Impor Perlu Diperkuat
Purbaya juga meninjau langsung proses pemeriksaan barang impor yang memasuki Indonesia. Selain BLBC, ia turut menyambangi Kantor Bea Cukai Tanjung Perak guna memastikan proses pengawasan berjalan efektif.
Pengawasan impor dinilai perlu diperketat untuk mencegah praktik-praktik yang berpotensi merugikan negara, termasuk underinvoicing atau pelaporan nilai transaksi yang lebih rendah dari harga sebenarnya.
Baca Juga: Syarat Mengantongi NPPBKC untuk Industri Rokok
Menurut Purbaya, keberadaan BLBC menjadi krusial dalam menguji dan mengidentifikasi barang impor secara laboratoris sehingga mendukung efektivitas tugas pengawasan DJBC.
“Untuk teman-teman Bea Cukai, semangat. Anda di titik terdepan untuk menjaga integritas pasar dalam negeri dari produk-produk ilegal,” tegasnya.
Peran BLBC Diatur Lewat PMK 121/2024
Organisasi dan tata kerja BLBC telah diatur melalui PMK 121/2024. Dalam regulasi tersebut, BLBC ditetapkan sebagai unit pelaksana teknis (UPT) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai.
Secara fungsional, BLBC dibina oleh Direktur Teknis Kepabeanan dan memiliki tugas meliputi:
- Pengujian barang secara laboratoris;
- Identifikasi dan analisis barang;
- Pengembangan sistem laboratorium kepabeanan dan cukai.
Baca Juga: PNBP Sektor ESDM Tembus Rp200 Triliun
Saat ini terdapat 3 BLBC yang beroperasi di lingkungan DJBC, yaitu BLBC Kelas I Jakarta, BLBC Kelas II Medan, dan BLBC Kelas II Surabaya.
“BLBC menjadi ujung tombak verifikasi barang impor di era perdagangan global yang semakin kompleks.”
Baca Juga: BGN Akan Tutup Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene
