JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto membuka kemungkinan melakukan reshuffle kabinet Prabowo menjelang dua tahun masa pemerintahannya. Evaluasi terhadap jajaran Kabinet Merah Putih disebut terus dilakukan untuk melihat kinerja sekaligus kesesuaian pejabat dengan posisi yang diemban.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo ketika menjawab pertanyaan mengenai kinerja para pembantunya dan kemungkinan melakukan perubahan susunan kabinet menjelang dua tahun pemerintahan.
Prabowo menilai periode dua tahun telah memberikan waktu yang cukup bagi anggota kabinet untuk menunjukkan kemampuan dan kinerjanya masing-masing.
“Saya kira itu sesuatu yang logis. Dua tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya,” kata Prabowo.
Evaluasi Kabinet Dilakukan Terus-Menerus
Prabowo menjelaskan evaluasi terhadap anggota kabinet bukan hanya dilakukan ketika mendekati momentum tertentu.
Penilaian terhadap kinerja para menteri dan pejabat pemerintah dilakukan secara berkelanjutan selama pemerintahan berjalan.
Dalam keterangannya, Prabowo menilai secara umum tim pemerintah telah bekerja dengan baik. Namun, evaluasi tetap diperlukan karena susunan organisasi pemerintahan harus menyesuaikan kebutuhan dan target yang hendak dicapai.
Evaluasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi Presiden dalam menentukan apakah seorang pejabat tetap berada pada posisi yang sama, dipindahkan, maupun apabila diperlukan digantikan dengan pejabat lain.
Dua Tahun Dinilai Cukup untuk Melihat Kinerja
Momentum hampir dua tahun pemerintahan menjadi salah satu titik yang digunakan Presiden untuk melihat perkembangan kerja kabinet.
Prabowo menilai waktu tersebut memberikan kesempatan yang cukup bagi masing-masing menteri untuk menunjukkan kemampuan dalam melaksanakan tugas dan program yang menjadi tanggung jawabnya.
Penilaian tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir, tetapi juga kemampuan pejabat menjalankan tugas sesuai kebutuhan organisasi pemerintahan.
Dengan demikian, pembahasan mengenai reshuffle tidak otomatis berarti seluruh susunan kabinet akan diubah. Perubahan dapat dilakukan sesuai hasil evaluasi dan kebutuhan pemerintahan.
Prabowo Ibaratkan Kabinet seperti Tim Sepak Bola
Dalam menjelaskan proses evaluasi, Prabowo menggunakan analogi sebuah kesebelasan sepak bola.
Dalam sebuah tim terdapat pemain inti, penyerang, maupun pemain cadangan. Susunan pemain dapat berubah berdasarkan kebutuhan dan strategi yang sedang dijalankan.
Analogi tersebut digunakan untuk menggambarkan bahwa perubahan posisi dalam kabinet dapat menjadi bagian dari pengelolaan organisasi pemerintah.
Prabowo menekankan pentingnya menempatkan pejabat sesuai kemampuan dan kebutuhan posisi yang tersedia.
Prinsip The Right Man in The Right Place
Dalam konteks reshuffle kabinet Prabowo, Kepala Negara juga menekankan prinsip the right man in the right place.
Prinsip tersebut merujuk pada upaya menempatkan seseorang pada jabatan yang sesuai dengan kompetensi, kemampuan, dan kebutuhan organisasi.
Perubahan susunan kabinet karena itu dapat dilakukan tidak hanya dalam bentuk pemberhentian, tetapi juga penyesuaian posisi maupun promosi pejabat yang dinilai memiliki kemampuan untuk menjalankan tanggung jawab tertentu.
Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah perlu memiliki kemampuan untuk melakukan penyesuaian apabila terdapat pejabat yang dinilai tidak sesuai dengan posisi yang ditempatinya.
Evaluasi Tahun Kedua Sudah Disampaikan Sejak Juli
Evaluasi menjelang dua tahun pemerintahan sebenarnya telah disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026.
Dalam sidang tersebut, Presiden menyebut pertemuan kabinet pertengahan tahun sebagai momentum untuk mengevaluasi berbagai program yang sudah dijalankan pemerintah.
Evaluasi juga digunakan untuk mengukur capaian kabinet setelah hampir dua tahun menjalankan mandat pemerintahan.
Presiden ketika itu meminta seluruh jajaran pemerintahan terus bekerja dengan disiplin dan berfokus pada penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Prabowo Nilai Pemerintah Bekerja dengan Ritme Cepat
Dalam evaluasi tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah menjalankan pekerjaan dengan ritme yang cepat dan padat selama hampir dua tahun.
Pemerintah menghadapi berbagai tantangan domestik maupun global sehingga evaluasi diperlukan untuk mengetahui program yang telah berjalan dan bagian yang masih membutuhkan perbaikan.
Evaluasi juga digunakan sebagai mekanisme untuk memastikan jajaran kabinet tetap bergerak sesuai prioritas dan sasaran pemerintahan.
Karena itu, penilaian terhadap menteri tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan pencapaian program serta kemampuan pemerintah menjawab berbagai persoalan nasional.
Perubahan Kabinet Merupakan Kewenangan Presiden
Dalam sistem pemerintahan presidensial Indonesia, pengangkatan dan pemberhentian menteri merupakan kewenangan Presiden sebagaimana kerangka konstitusional yang berlaku.
Karena itu, keputusan mengenai perubahan susunan Kabinet Merah Putih berada pada Presiden berdasarkan evaluasi dan pertimbangan yang digunakan dalam menjalankan pemerintahan.
Pernyataan mengenai peluang reshuffle tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa perubahan susunan kabinet tertentu telah diputuskan.
Prabowo hanya membuka kemungkinan adanya penyesuaian setelah melihat kinerja, kompetensi, dan kebutuhan pemerintahan.
Kabinet Sudah Mengalami Perubahan
Dalam perjalanan pemerintahan, susunan Kabinet Merah Putih juga telah mengalami sejumlah perubahan.
Salah satu perubahan terbaru terjadi pada 14 September 2026 ketika Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan.
Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode 2024–2029.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa penyesuaian susunan kabinet dapat dilakukan Presiden selama periode pemerintahan berlangsung.
Belum Ada Kepastian Reshuffle Besar
Meski membuka peluang melakukan perubahan kabinet menjelang dua tahun pemerintahan, belum terdapat kepastian mengenai apakah Presiden akan melakukan reshuffle dalam skala besar.
Belum pula terdapat daftar resmi mengenai kementerian atau pejabat yang akan terkena perubahan berikutnya.
Pernyataan Prabowo lebih menegaskan bahwa evaluasi terus dilakukan dan perubahan kabinet tetap menjadi salah satu opsi ketika dibutuhkan.
Dengan demikian, informasi mengenai nama maupun posisi yang akan berubah perlu menunggu keputusan resmi Presiden.
Evaluasi Kinerja Jadi Dasar Penyesuaian Kabinet
Menjelang dua tahun pemerintahan, evaluasi menjadi bagian penting dalam melihat efektivitas kerja Kabinet Merah Putih.
Prabowo memberikan sinyal bahwa periode dua tahun merupakan waktu yang cukup untuk melihat kemampuan para pembantunya sekaligus menentukan apakah susunan yang ada masih sesuai kebutuhan pemerintah.
Namun, peluang reshuffle kabinet Prabowo tetap perlu dibedakan dari keputusan resmi melakukan perombakan kabinet.
Sampai terdapat keputusan atau pelantikan resmi, perubahan susunan kabinet masih berada dalam ruang evaluasi dan kewenangan Presiden.













