Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, satgas tersebut terdiri dari tiga kelompok kerja (pokja) yang akan fokus mempercepat realisasi anggaran, mengurai hambatan pelaksanaan program, serta mempercepat penyelesaian regulasi pelaksanaannya.
“Satgas ini dibentuk untuk mengkoordinasikan, menyelaraskan, dan mengonsolidasikan program strategis agar selesai tepat waktu, tercapai target, serta memberi manfaat nyata bagi rakyat,”
— Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian
Pokja pertama akan mengkaji percepatan realisasi dan pelaksanaan anggaran. Pokja kedua berfokus pada penyelesaian kendala di lapangan atau debottlenecking, sementara pokja ketiga akan mempercepat penerbitan regulasi pendukung dan penegakan hukum yang relevan.
Airlangga mengungkapkan, sejumlah program prioritas telah masuk dalam daftar pantauan satgas. Di antaranya Program Paket Ekonomi 8+4+5, kebijakan stimulus 2026, serta isu hambatan non-tariff barrier di berbagai sektor usaha.
Selain itu, program unggulan presiden seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih juga akan menjadi fokus pengawasan. Program besar di tiap kementerian dengan alokasi anggaran signifikan pun turut diawasi agar pelaksanaannya optimal.
Baca Juga : DJP Genjot Pengawasan Pajak Jelang Akhir Tahun
“Pokja akan bekerja secara berkala. Hari ini rapat perdana sudah dihadiri para menteri, dan hasilnya akan segera ditindaklanjuti,” tambah Airlangga.
Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pembentukan satgas menjadi langkah penting untuk mempercepat realisasi program pemerintah. Ia mendorong setiap kementerian dan lembaga agar memaksimalkan penyerapan anggaran sesuai perencanaan.
“Yang terpenting, anggaran benar-benar diserap sesuai programnya, tepat sasaran, dan tepat waktu. Bila ada pagu yang kurang optimal, akan kami realokasikan ke sektor yang lebih produktif,”
— Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan
Purbaya menambahkan, realokasi anggaran yang disertai stimulus fiskal dapat mengerek pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 5,5% pada 2026. Ia pun mengingatkan agar efektivitas belanja pemerintah terus dijaga di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis.
Baca Juga : Purbaya Ingin Jadikan LNSW Pusat Intelijen Ekspor-Impor Nasional
