JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal positif terkait perkembangan sistem administrasi perpajakan terbaru di Indonesia. Dalam sebuah kesempatan, Menkeu bahkan berkelakar bakal memberikan bonus kepada Dirjen Pajak Bimo Wijayanto karena dinilai sukses membawa kinerja Coretax ke arah yang lebih stabil.
Purbaya mengakui bahwa sistem Coretax telah melewati berbagai fase perbaikan intensif sehingga saat ini sudah bisa diakses dan digunakan oleh jutaan wajib pajak untuk menyampaikan SPT Tahunan. Meskipun ia tidak menampik bahwa sistem tersebut belum sepenuhnya sempurna, progres yang dicapai oleh Bimo dan jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) patut mendapatkan apresiasi.
“Jadi, Pak Bimo, lumayan Pak Bimo, kalau boleh dikasih bonus sedikitlah. Dari kita jelek sekali implementasinya sampai sekarang mendapatkan hasil yang seperti ini, walaupun masih ada kelemahan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (5/5/2026).
Efektivitas Pengawasan dan Data Prepopulated
Salah satu bukti nyata dari membaiknya kinerja Coretax adalah kemampuannya dalam memperkuat fungsi pengawasan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini tecermin secara jelas dari data nilai kurang bayar pada SPT Tahunan yang mengalami peningkatan sangat signifikan di berbagai sektor.
Hingga tanggal 30 April 2026, total nilai kurang bayar pada SPT Tahunan orang pribadi karyawan menyentuh angka Rp8,88 triliun, yang berarti tumbuh sebesar 83%. Lonjakan yang lebih fantastis terjadi pada SPT Tahunan orang pribadi nonkaryawan, di mana nilai kurang bayarnya mencapai Rp3,02 triliun atau meroket hingga 949%.
Sementara itu, tren kenaikan juga terlihat pada SPT Tahunan badan dengan total kurang bayar sebesar Rp50,21 triliun atau naik 18%. Menariknya, di saat angka kurang bayar naik, nilai SPT lebih bayar baik pada kategori orang pribadi maupun badan justru menunjukkan tren penurunan.
Sistem Transparan Menekan Praktik Curang
Purbaya menilai besarnya kenaikan nilai SPT kurang bayar tersebut membuktikan bahwa fitur data prepopulated pada Coretax bekerja dengan efektif. Dengan fitur ini, informasi perpajakan wajib pajak terkonsolidasi secara otomatis dari berbagai sumber sehingga menutup celah manipulasi data.
“Ini basically sistem coretax ini bagus. Karena Anda enggak usah masukin SPT sendiri kan. Dia diarahin ke tempat lain sekaligus dan dikonsolidasi langsung. Mungkin yang ngibul-ngibul sekarang susah,” imbuhnya dengan nada tegas.
Kementerian Keuangan memastikan bahwa perbaikan terhadap kinerja Coretax akan terus berlanjut. Fokus utama ke depan adalah memastikan kenyamanan akses bagi setiap wajib pajak serta mendukung pelaksanaan pengawasan pajak yang lebih terukur dan tepat sasaran.
Meski program ini sebelumnya sempat menuai banyak kritik, Purbaya menegaskan bahwa hasil yang terlihat saat ini membuktikan bahwa dampaknya sangat positif terhadap penerimaan negara. Peningkatan akurasi data diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi Indonesia melalui sektor perpajakan yang lebih transparan.
