JAKARTA – Hingga akhir November 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp240,09 triliun, atau sekitar 83,77% dari target penyaluran sebesar Rp286,61 triliun. Penyaluran KUR tersebut sudah menyentuh 4,07 juta debitur, terdiri dari 2,34 juta debitur baru dan 1,17 juta debitur graduasi yang berhasil naik kelas.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pencapaian tersebut membuktikan bahwa KUR bukan hanya memberikan akses pembiayaan bagi UMKM, tetapi juga mendorong usaha produktif untuk tumbuh dan berkembang.
“Ini membuktikan KUR tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tapi benar-benar mendorong usaha produktif untuk tumbuh dan naik kelas.”
— Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian
Baca Juga: Didanai Pajak, Subsidi BBM hingga Pupuk Tembus Rp315 Triliun pada 2025
60% Penyaluran KUR untuk Sektor Produksi
Airlangga menjelaskan bahwa sekitar 60,7% dari total penyaluran KUR pada 2025 telah disalurkan ke sektor produksi. Dengan langkah ini, KUR diharapkan dapat memperkuat rantai pasok domestik dan mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih banyak.
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan penyaluran KUR akan mencapai Rp295 triliun, dengan 65% dari total penyaluran difokuskan pada sektor produksi.
“Kami buka akses KUR secara penuh dengan suku bunga flat 6% untuk semua pelaku usaha sektor produktif tanpa batasan frekuensi akses KUR. Dengan tanpa pembatasan frekuensi akses pembiayaan murah ini, tidak ada alasan lagi bagi UMKM Indonesia untuk tidak naik kelas dan bersaing.”
— Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian
Baca Juga: DJP Beberkan Tantangan Berat Penerapan Cooperative Compliance di Indonesia
Kebijakan Relaksasi KUR untuk Semua Sektor Produksi
Untuk mendukung pencapaian target KUR 2026, pemerintah mengeluarkan kebijakan suku bunga flat sebesar 6% untuk seluruh UMKM sektor produksi. Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, tetapi juga industri pengolahan, konstruksi, manufaktur, dan semua sektor ekonomi yang berfokus pada kegiatan produksi.
Target Penyaluran KUR pada 2026
Pada 2026, pemerintah menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp295 triliun, yang mana 65% dari total KUR akan difokuskan untuk sektor produksi. Pemerintah berharap kebijakan ini akan mempercepat proses pemulihan ekonomi dengan memperluas akses pembiayaan bagi sektor-sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.
