Forum Pemred Dorong Insentif Pajak untuk Media: No Tax for Knowledge

JAKARTA – Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Indonesia mendorong pemerintah untuk memberikan insentif pajak kepada perusahaan media yang terverifikasi oleh Dewan Pers. Langkah ini bertujuan untuk mendukung kelangsungan dan keberlanjutan media massa yang memberikan informasi berkualitas.

Ketua Forum Pemred Indonesia, Retno Pinasti, mengatakan bahwa insentif pajak perlu diberikan kepada media yang berkomitmen pada jurnalisme yang benar dan terpercaya. Hal ini sangat penting, mengingat peran media massa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta melawan informasi yang keliru.

“Salah satu inisiatif yang kita dorong adalah no tax for knowledge. Untuk institusi jurnalistik yang bagus, terverifikasi, dan memberikan informasi yang benar, kalau bisa dikurangi pajaknya supaya kita semua sustain,” ujar Retno, dikutip pada Senin (17/11/2025).

Retno mencontohkan bagaimana media massa berperan besar dalam memberikan informasi yang akurat pada masyarakat, terutama saat terjadinya kerusuhan di Jakarta pada akhir Agustus hingga awal September 2025. Media mainstream telah berjuang meluruskan berita yang tidak benar dan menyebarkan informasi yang terpercaya.

“Media mainstream berperan sangat besar meluruskan informasi yang enggak karu-karuan. Oleh karena itu, kita sama-sama kampanyekan jurnalisme berkualitas, kita lawan hoaks, serta kita perjuangkan kesinambungan dan sustainability media yang terverifikasi dan berintegritas,” tambah Retno.

Sampai saat ini, pemerintah Indonesia belum memiliki kebijakan insentif pajak khusus untuk industri media massa. Meskipun demikian, pemerintah pernah memberikan fasilitas insentif pajak untuk media cetak selama masa pandemi melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 125/2020.

Pada PMK tersebut, pemerintah memberikan fasilitas PPN ditanggung pemerintah (DTP) atas impor dan/atau penyerahan kertas koran dan majalah untuk tahun anggaran 2020. Fasilitas ini ditujukan khusus bagi perusahaan media cetak yang menerbitkan surat kabar, jurnal, buletin, dan majalah.

“Media mainstream berperan besar meluruskan informasi yang enggak karu-karuan. Kami berjuang untuk jurnalisme berkualitas.” — Retno Pinasti, Ketua Forum Pemred Indonesia

Sumber Terkait :

Exit mobile version