ESDM Lelang 8 WK Migas, Skema Fiskal Fleksibel Diklaim Kian Menarik Investor

JAKARTA – Pemerintah kembali membuka peluang investasi sektor energi dengan menawarkan delapan wilayah kerja minyak dan gas bumi (WK migas) melalui mekanisme lelang dan penawaran langsung. Penawaran ini diklaim telah ditopang kebijakan fiskal yang lebih kompetitif guna meningkatkan keekonomian proyek.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyempurnakan ketentuan kontrak dan fiskal agar lebih adaptif terhadap profil risiko investor migas.


“Untuk membuat peluang ini menarik, kami telah menyempurnakan ketentuan kontrak dan fiskal. Kontrak bagi hasil migas kini menawarkan fleksibilitas lebih besar dengan split hingga 50% untuk kontraktor, 100% ICP untuk DMO, serta tanpa batasan cost recovery.”

— Dirjen Migas Laode Sulaeman

Pernyataan tersebut disampaikan Laode pada Selasa (23/12/2025). Ia menegaskan, kebijakan ini dirancang agar proyek migas di Indonesia tetap kompetitif di tengah dinamika investasi energi global.

Pilihan Skema Kontrak Lebih Fleksibel

Selain penyempurnaan insentif fiskal, pemerintah juga memberikan keleluasaan bagi investor untuk memilih skema kontrak yang paling sesuai dengan karakteristik proyek. Investor dapat menentukan penggunaan skema cost recovery maupun skema bagi hasil kotor (gross split).

Langkah ini diharapkan mampu memberikan kepastian dan fleksibilitas lebih besar dalam perencanaan investasi, terutama untuk wilayah kerja dengan tingkat risiko tinggi.


Fleksibilitas skema kontrak menjadi salah satu kunci untuk menarik minat investor migas di tengah tantangan eksplorasi yang semakin kompleks.

Daftar WK Migas yang Ditawarkan

Dari delapan WK migas yang ditawarkan, tiga wilayah dilelang melalui mekanisme penawaran langsung. Ketiganya adalah WK Tapah dengan estimasi sumber daya 439,5 million stock tank barrels (MMSTB) minyak dan 23 billion standard cubic feet (BSCF) gas, WK Nawasena dengan potensi 1.313 BCF gas, serta WK Mabelo dengan estimasi 282 MMSTB minyak.

Sementara itu, lima WK migas lainnya ditawarkan melalui skema lelang reguler, yaitu WK Arwana III, WK Tuan Tanah dengan potensi 52,51 millions of barrels of oil (MMBO), WK Rangkas dengan potensi 874 MMSTB minyak dan 789 BSCF gas, serta WK Akimeugah I dan Akimeugah II yang masing-masing memiliki potensi hingga 15 billion barrels of oil equivalent (BBOE).

Jadwal dan Mekanisme Lelang

Akses dokumen lelang telah dibuka sejak 22 Desember 2025. Untuk penawaran langsung, akses dokumen tersedia hingga 3 Februari 2026 dengan batas akhir pemasukan dokumen partisipasi pada 5 Februari 2026.

Adapun untuk lelang reguler, dokumen dapat diakses hingga 17 April 2026 dengan batas akhir pemasukan dokumen pada 21 April 2026. Seluruh proses pendaftaran serta akses data dilakukan secara daring melalui laman resmi Kementerian ESDM.


Exit mobile version