Daya Beli Kuat: Konsumsi Rumah Tangga 4,89% Triwulan III/2025

JAKARTA – Konsumsi rumah tangga kembali menunjukkan daya dorong kuat bagi perekonomian nasional pada kuartal III/2025
dengan kontribusi mencapai 53,14% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud menyebut konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89%,
menandakan daya beli masyarakat masih terjaga dengan baik.

💬 “Pada kuartal III/2025, secara year-on-year seluruh komponen mengalami pertumbuhan positif. Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah konsumsi rumah tangga.” — Moh. Edy Mahmud

Komponen pengeluaran lain juga memberikan kontribusi signifikan. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menyumbang 29,09%,
ekspor 23,64%, konsumsi pemerintah 7,17%, dan konsumsi lembaga non-profit rumah tangga (LNPRT) 1,29%.
Sementara itu, impor tercatat mengalami kontraksi sebesar 20,17%.


Baca juga: Pemprov Bengkulu Kejar Tunggakan Pajak Air Permukaan Rp39 Miliar

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Kuartal III/2025

Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04% pada kuartal III/2025, sedikit lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai 5,12%.
Dari sisi komponen pengeluaran, ekspor mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,91%, disusul konsumsi pemerintah 5,49%,
PMTB 5,04%, konsumsi rumah tangga 4,89%, LNPRT 4,28%, dan impor 1,18%.

“Pertumbuhan tertinggi terjadi pada ekspor yang naik 9,91%, terutama karena peningkatan volume dan nilai ekspor barang nonmigas serta jasa.” — Edy Mahmud


Baca juga: 13 Potensi Sengketa Pajak Akibat Ekonomi Digital

Faktor Pendorong Utama Pertumbuhan

Menurut Edy, pertumbuhan konsumsi rumah tangga didorong oleh meningkatnya pengeluaran masyarakat untuk transportasi dan komunikasi,
serta kinerja sektor restoran dan hotel yang membaik seiring meningkatnya wisatawan domestik.

PMTB tumbuh sejalan dengan naiknya impor barang modal seperti mesin dan kendaraan, serta peningkatan realisasi investasi riil.
Ekspor juga menguat berkat komoditas unggulan seperti lemak hewani/nabati, besi dan baja, mesin dan peralatan listrik,
serta kendaraan dan komponennya.

“Sektor transportasi dan komunikasi menjadi pendorong utama konsumsi rumah tangga, sementara ekspor melonjak karena peningkatan permintaan komoditas industri.”


Baca juga: Diskon & Pemutihan Denda Pajak Daerah Palembang Berlaku Hingga 30 Desember

Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Dari sisi sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama dengan sumbangan 2,54%
terhadap total pertumbuhan 5,04%. Disusul ekspor 2,15%, PMTB 1,59%,
konsumsi pemerintah 0,38%, sementara impor menyumbang negatif 1,62%.

Exit mobile version