website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Friday, 3 July 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

BPS: Laju Inflasi Juni 2026 Naik Menjadi 3,34%

Yesaya Dapot Tua Sitompul by Yesaya Dapot Tua Sitompul
July 3, 2026
in Nasional
0 0
0
BPS: Laju Inflasi Juni 2026 Naik Menjadi 3,34%
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Indeks harga konsumen domestik kembali mencatatkan pergerakan naik yang dipicu oleh dinamika harga komoditas energi dan pangan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa laju inflasi Juni 2026 secara tahunan (*year-on-year*) sukses menyentuh angka 3,34%. Realisasi tahunan ini tercatat lebih tinggi jika disandingkan dengan capaian inflasi pada bulan sebelumnya yang berada di level 3,08%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, pada Rabu (1/7/2026) mengungkapkan bahwa kenaikan angka indeks ini utamanya disumbang oleh tiga kelompok pengeluaran utama. Kelompok tersebut meliputi makanan, minuman, dan tembakau; perawatan pribadi dan jasa lainnya; serta sektor transportasi. Pada kelompok pengeluaran transportasi, tingkat kenaikan harga tercatat sebesar 4,57% dengan andil kontribusi terhadap inflasi nasional sebesar 0,55%.

“Inflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh inflasi pada bensin, tarif angkutan udara, mobil, sepeda motor, dan juga pelumas atau oli mesin,” urai Ateng Hartono pada Rabu (1/7/2026).

Baca Juga: Menkeu Bentuk Tim Sasar Perusahaan Baja Asal China

Komoditas Pangan dan Emas Perhiasan Jadi Pemicu Utama

Sementara itu, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mencatatkan tingkat kenaikan harga sebesar 4,67%. Sektor ini memberikan andil yang cukup besar terhadap total capaian inflasi nasional, yakni sebesar 1,36%. Beberapa komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok pangan ini antara lain ikan segar, beras, minyak goreng, cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, sigaret kretek mesin (SKM), serta bawang merah.

Di sisi lain, lonjakan paling drastis terjadi pada kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melesat hingga menyentuh angka 10,10% dengan andil inflasi sebesar 0,69%. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di lapangan, tekanan kenaikan harga pada kelompok pengeluaran ini terutama terjadi pada komoditas emas perhiasan.

Baca Juga: Realisasi Penerimaan Pajak Digital Kuartal I 2026

Perincian Berdasarkan Komponen Inti dan Harga Diatur Pemerintah

Jika diperinci secara mendalam berdasarkan komponen penyusunnya, BPS mencatat bahwa komponen inflasi inti pada periode inflasi Juni 2026 ini menyentuh angka 2,76% dengan kontribusi andil sebesar 1,77%. Kenaikan pada komponen inti ini didorong oleh merangkaknya harga emas perhiasan, minyak goreng, porsi nasi dengan lauk, perangkat telepon seluler, hingga biaya pendidikan di akademi atau perguruan tinggi.

Untuk komponen harga yang diatur pemerintah (*administered prices*), realisasi inflasi tercatat menyentuh level 3,42% dengan andil sumbangan sebesar 0,66%. Pemicu utama pergerakan pada komponen ini adalah penyesuaian harga bensin, fluktuasi tarif angkutan udara, produk SKM, serta pergeseran harga bahan bakar rumah tangga.

Terakhir, untuk komponen harga bergejolak (*volatile foods*), tingkat kenaikan harga dilaporkan menembus angka 5,58% dengan andil kontribusi fiskal sebesar 0,91%. Kelompok ini didorong kuat oleh fluktuasi harga bahan pangan pokok seperti beras, cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah. Secara bulanan (*month-to-month*), BPS mencatat akumulasi inflasi pada Juni 2026 berada di angka 0,44%.

Sumber Terkait:

  • Badan Pusat Statistik
Yesaya Dapot Tua Sitompul

Yesaya Dapot Tua Sitompul

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Cara Isi Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh di SPT Tahunan WPOP

April 30, 2026
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
Banjir Aturan Baru DJP: Dari Pedoman MAP, Pengaduan, hingga Insentif Magang

DJP Bongkar Sindikat ‘Desa’ Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp180 Miliar

4
Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

3
Memahami Ketentuan Adjusted Covered Tax dalam Aturan GloBE

Pengemudi Ojol Berhak Nikmati Insentif Pajak UMKM

July 3, 2026
Diskon Pajak PBB Minahasa Utara Berlaku Juni-Agustus!

Ringankan Beban Fiskal Warga, Pemkab Kupang Hapuskan Denda PBB Sembari Kejar Target APBD

July 3, 2026
Tegakkan Hukum Fiskal, KPP Ciamis Sita Paksa Mobil Penunggak Senilai Rp129 Juta

Tegakkan Hukum Fiskal, KPP Ciamis Sita Paksa Mobil Penunggak Senilai Rp129 Juta

July 3, 2026
Akselerasi Tata Kelola Manajemen Data untuk Optimalisasi Pajak Daerah

Integrasi Intelijen Fiskal, Cirebon Terjunkan Tim Gabungan “Jemput Bola” Data Usaha

July 3, 2026

Recent News

Memahami Ketentuan Adjusted Covered Tax dalam Aturan GloBE

Pengemudi Ojol Berhak Nikmati Insentif Pajak UMKM

July 3, 2026
Diskon Pajak PBB Minahasa Utara Berlaku Juni-Agustus!

Ringankan Beban Fiskal Warga, Pemkab Kupang Hapuskan Denda PBB Sembari Kejar Target APBD

July 3, 2026
Tegakkan Hukum Fiskal, KPP Ciamis Sita Paksa Mobil Penunggak Senilai Rp129 Juta

Tegakkan Hukum Fiskal, KPP Ciamis Sita Paksa Mobil Penunggak Senilai Rp129 Juta

July 3, 2026
Akselerasi Tata Kelola Manajemen Data untuk Optimalisasi Pajak Daerah

Integrasi Intelijen Fiskal, Cirebon Terjunkan Tim Gabungan “Jemput Bola” Data Usaha

July 3, 2026

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version