JAKARTA – Setelah genap satu tahun mengimplementasikan sistem perpajakan terbaru, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kini secara resmi membuka survei kepuasan bagi pengguna aplikasi Coretax. Langkah ini diambil untuk memotret sejauh mana efektivitas sistem tersebut dalam melayani kebutuhan administrasi perpajakan masyarakat.
Berdasarkan Pengumuman DJP Nomor PENG-6/PJ.09/2026, survei ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk menjaring saran dan masukan dari wajib pajak. Tujuannya jelas: menyempurnakan Coretax agar menjadi platform yang lebih modern, andal, akurat, dan terintegrasi secara menyeluruh.
“Survei ini bertujuan mendapatkan masukan sebagai bahan penyempurnaan Coretax DJP agar menjadi aplikasi perpajakan modern yang mudah, pasti, andal, akurat, dan terintegrasi.”
— PENG-6/PJ.09/2026
Menggunakan Standar Pengukuran Global SUS
Untuk menjaga objektivitas hasil, DJP menyusun pertanyaan survei dengan mengacu pada metode System Usability Scale (SUS). Metode ini telah menjadi standar industri global untuk mengukur kemudahan penggunaan sebuah sistem secara konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis.
Dengan hasil pengukuran SUS, DJP dapat memperoleh gambaran akurat mengenai titik-titik kendala yang masih dirasakan pengguna. Data ini nantinya akan menjadi dasar evaluasi teknis dan tindak lanjut perbaikan fitur-fitur di dalam Coretax guna meningkatkan pelayanan publik.
Kerahasiaan Data dan Stabilitas Sistem
DJP menjamin bahwa seluruh informasi yang diberikan oleh wajib pajak dalam survei ini bersifat rahasia dan tidak akan memengaruhi layanan perpajakan yang diterima. Sejak menggantikan SIDJP pada Januari 2025, Coretax yang mengintegrasikan 21 proses bisnis ini terus mengalami peningkatan performa meski sempat diwarnai kendala teknis di awal peluncurannya.
Per 16 Desember 2025, pengelolaan Coretax sepenuhnya telah berada di tangan DJP setelah masa pendampingan pasca-implementasi (post implementation support) dari pihak vendor berakhir. Hal ini menandakan kesiapan otoritas pajak dalam mengelola sistem secara mandiri dan berkelanjutan.
