Richard Tice membela catatan pajaknya sambil mempertanyakan kontribusi pajak Partai Buruh.

LONDON – Wakil ketua Reform UK Richard Tice membela pengaturan pajaknya di tengah sorotan publik, sekaligus mempertanyakan kontribusi pajak Partai Buruh atas pendapatan dari bisnis propertinya.

Tice menegaskan bahwa dirinya telah mematuhi seluruh ketentuan perpajakan yang berlaku. Ia juga menolak anggapan bahwa wajib pajak memiliki kewajiban moral untuk membayar pajak lebih dari yang diwajibkan secara hukum.

“Gagasan bahwa secara moral kita harus membayar pajak sebesar mungkin adalah jalan menuju kehancuran ekonomi.”

— Richard Tice

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Partai Buruh meminta otoritas pajak Inggris, HM Revenue and Customs (HMRC), untuk menyelidiki dugaan penghindaran pajak perusahaan oleh Tice melalui perusahaan propertinya.

Tice Klaim Patuhi Aturan Pajak

Tice menjelaskan bahwa perusahaannya, Quidnet Reit Ltd, merupakan entitas yang berbasis di Inggris dan membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia juga menegaskan tidak ada kewajiban untuk membayar pajak di luar yang telah ditentukan secara hukum.

Menurutnya, mayoritas masyarakat pun tidak akan secara sukarela memilih untuk membayar pajak lebih besar dari yang diwajibkan. Ia bahkan mendorong wajib pajak untuk meminimalkan beban pajak selama masih berada dalam koridor hukum.

“Ya, dalam batas hukum. Itulah yang seharusnya Anda lakukan.”

— Richard Tice

Kritik terhadap Partai Buruh

Dalam kesempatan yang sama, Tice juga mengkritik Partai Buruh dengan mempertanyakan pembayaran pajak dari entitas properti mereka, Labour Party Properties Limited.

Ia menyebut perusahaan tersebut telah memperoleh pendapatan sewa lebih dari £30 juta selama 25 tahun terakhir, tetapi tidak membayar pajak korporasi karena beban biaya yang dilaporkan setara atau bahkan melebihi pendapatan.

“Berapa banyak pajak korporasi yang dibayar? Nol. Nol besar.”

— Richard Tice

Pernyataan tersebut langsung mendapat tanggapan dari Partai Buruh. Ketua Partai Buruh Anna Turley menyebut Tice mencoba mengalihkan perhatian publik dari persoalan pajaknya sendiri.

Menurutnya, Tice harus menjelaskan secara terbuka kepada publik terkait dugaan penghindaran pajak yang dilaporkan mencapai hampir £600.000.

Perdebatan Pajak dan Moralitas

Kasus ini kembali memunculkan perdebatan klasik mengenai perbedaan antara kepatuhan pajak secara hukum dan tanggung jawab moral dalam membayar pajak. Tice berpandangan bahwa kepatuhan hukum sudah cukup, sementara pihak lain menilai aspek moral juga perlu diperhatikan.

Di tengah polemik tersebut, laporan keuangan Labour Party Properties Ltd diketahui telah diverifikasi oleh auditor independen, sementara otoritas pajak Inggris belum memberikan pernyataan resmi terkait permintaan investigasi terhadap Tice.

Exit mobile version