GLASGOW – Dua pemilik restoran ternama di Glasgow beserta akuntan mereka resmi dijatuhi hukuman setelah terbukti terlibat dalam skandal penipuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) berskala besar. Investigasi mendalam yang dilakukan oleh otoritas pajak Inggris (HMRC) mengungkap kerugian negara mencapai hampir £700.000 atau sekitar Rp14 miliar.
Antonio Carbajosa (41) dan Kevin Campbell (44), pengelola sejumlah gerai populer seperti Halloumi dan Pickled Ginger, mengaku bersalah atas penggelapan PPN sebesar £682.882 yang dilakukan dalam rentang waktu 2011 hingga 2016. Atas tindakan tersebut, keduanya masing-masing dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.
“Keduanya bertindak bersama secara terkoordinasi, menyembunyikan nilai penjualan yang sebenarnya untuk membiayai kegiatan komersial mereka dari pendapatan yang seharusnya dilaporkan ke HMRC.”
Akuntan mereka, Khalid Javid (67), juga mengakui kecerobohannya dalam membuat pernyataan palsu pada laporan PPN untuk dua perusahaan yang ia tangani.
Modus Penggelapan Penjualan dan Manipulasi Laporan Akuntansi
Penyelidikan HMRC selama empat tahun menemukan bahwa Carbajosa dan Campbell secara sistematis memanipulasi angka penjualan harian mereka. Sebagian besar pasokan makanan di restoran mereka seharusnya dikenakan pajak sebesar 20%, namun para pelaku secara sengaja tidak melaporkan omzet sebenarnya guna menekan tagihan pajak.
Terdapat pula temuan bahwa tiga perusahaan di bawah naungan mereka bahkan tidak terdaftar untuk PPN meskipun omzet tahunannya telah jauh melampaui ambang batas pendaftaran resmi. Uang pajak yang dikemplang tersebut justru digunakan untuk membiayai operasional bisnis lainnya, termasuk pembayaran gaji karyawan.
Keterlibatan Akuntan dalam Pernyataan PPN Palsu
Kantor akuntan KA Javid & Co yang dipercaya menangani urusan fiskal perusahaan-perusahaan tersebut dinilai gagal menjalankan fungsinya secara profesional. Khalid Javid didakwa telah secara ceroboh menyetujui pengurangan 20% terhadap seluruh angka penjualan tanpa dasar fakta yang tepat.
Tindakan Javid sendiri menyebabkan kerugian tambahan bagi HMRC sebesar £136.576. Meskipun Carbajosa dan Campbell sudah mulai menjalani hukuman mereka, vonis terhadap Javid masih ditangguhkan hingga bulan depan di Pengadilan Tinggi Glasgow sembari menunggu laporan latar belakang tambahan.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pengusaha di sektor kuliner bahwa otoritas pajak kini memiliki kemampuan forensik akuntansi yang sangat tajam untuk mendeteksi ketidakkonsistenan laporan keuangan.
