Pramuka mendesak wali kota untuk mempertimbangkan kembali usulan pajak pariwisata.

NORTH YORKSHIRE – Pemimpin gerakan Pramuka di wilayah North Yorkshire, Inggris, mendesak wali kota setempat untuk mempertimbangkan kembali rencana pengenaan pajak pariwisata yang dinilai dapat berdampak pada kegiatan kepemudaan.

Rencana tersebut diusulkan oleh Wali Kota North Yorkshire David Skaith dari Partai Buruh. Dalam usulannya, wisatawan yang menginap di wilayah tersebut akan dikenakan pungutan sebesar £2 per orang per malam.

Skaith menyebut kebijakan tersebut berpotensi menghasilkan hingga £52 juta per tahun bagi perekonomian lokal serta menjadi langkah besar untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“Segala sesuatu masih dalam pembahasan dan belum ada keputusan akhir yang diambil.”


— David Skaith

Meski demikian, perwakilan gerakan Pramuka di wilayah tersebut yang memiliki lebih dari 6.500 anggota mengkhawatirkan dampak tambahan biaya tersebut terhadap kegiatan kepemudaan.

Mereka menilai biaya tambahan atau prosedur administratif baru dapat menyulitkan kelompok pramuka yang selama ini mengandalkan fasilitas perkemahan dan pusat kegiatan untuk kegiatan pendidikan nonformal.

Pramuka Minta Pengecualian Pajak

Secara nasional, organisasi Pramuka Inggris meminta agar fasilitas yang dikelola lembaga amal seperti asrama, area perkemahan, pusat kegiatan, serta tempat pertemuan organisasi kepemudaan dikecualikan dari pungutan pajak turis tersebut.

Selain itu, mereka juga mengusulkan agar remaja berusia di bawah 18 tahun dibebaskan dari pungutan pajak guna melindungi akses pemuda terhadap kegiatan pengembangan diri.

“Rancangan undang-undang ini berisiko membuat pengalaman tersebut tidak terjangkau bagi pemuda yang paling membutuhkannya.”


— Dwayne Fields, Kepala Pramuka Inggris

Kekhawatiran tersebut juga disampaikan oleh sejumlah relawan pramuka di tingkat lokal.

James Wyatt, relawan utama di 1st Copmanthorpe Scout Group di York, menilai kebijakan tersebut berpotensi menambah beban bagi para sukarelawan yang selama ini mengelola kegiatan kepemudaan secara mandiri.

Remaja Pramuka Ikut Menyuarakan Penolakan

Sejumlah anggota pramuka muda juga menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap dampak rencana pajak turis tersebut.

Emily, 16 tahun, mengatakan kegiatan pramuka memberikan kesempatan bagi remaja untuk belajar keterampilan praktis serta menjalin pertemanan di luar lingkungan sekolah.

Ia menilai organisasi pramuka merupakan lembaga nirlaba yang bertujuan memberikan kesempatan kepada semua anak muda untuk berkembang.

“Pramuka adalah organisasi amal dan seharusnya dibebaskan dari pajak tersebut.”


— Emily, anggota Pramuka

Anggota pramuka lainnya juga menilai tambahan biaya dapat membuat sebagian remaja tidak dapat mengikuti kegiatan perkemahan yang biasanya berlangsung selama beberapa hari.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, juru bicara pemerintah menyatakan para menteri mengakui peran penting pramuka dalam membangun kepercayaan diri generasi muda.

Pemerintah juga menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan final mengenai desain pajak turis tersebut. Pemerintah masih membuka masukan dari berbagai pihak, termasuk mengenai kemungkinan pengecualian bagi organisasi kepemudaan dan lembaga amal.

Exit mobile version