JAKARTA – Realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sepanjang Januari–November 2025 tercatat sebesar Rp444,9 triliun. Angka ini mengalami penurunan 14,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp522,5 triliun.
Meski demikian, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan kinerja PNBP masih berada dalam jalur yang dirancang pemerintah. Hingga November 2025, realisasi PNBP telah mencapai 94,2% dari target APBN sebesar Rp477,2 triliun.
“Target PNBP tahun ini memang sudah memperhitungkan perubahan setoran dividen BUMN yang kini masuk ke BPI Danantara, bukan lagi ke APBN, nilainya sekitar Rp80 triliun.”
— Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Minggu (21/12/2025)
PNBP SDA Migas Tertekan
Dari sisi sumber penerimaan, Suahasil memaparkan bahwa PNBP berasal dari lima pos utama. Pertama, PNBP dari sumber daya alam (SDA) migas terealisasi sebesar Rp94 triliun.
Namun, penerimaan SDA migas tersebut terkontraksi 12,4% dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp107,4 triliun. Pelemahan ini dipengaruhi oleh penurunan Indonesia Crude Price (ICP) serta turunnya lifting gas bumi.
Kontraksi PNBP migas mencerminkan tekanan global terhadap harga energi dan tantangan produksi domestik yang masih di bawah asumsi APBN.
Suahasil menambahkan, meski lifting minyak bumi mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, realisasinya masih belum mampu mengejar target yang ditetapkan dalam APBN 2025.
Minerba Jadi Penopang PNBP Nonmigas
Kedua, PNBP nonmigas tercatat sebesar Rp125,8 triliun. Kontributor terbesar berasal dari SDA mineral dan batu bara (minerba) yang menyumbang sekitar 92% dari total PNBP SDA nonmigas.
Penerimaan dari sektor minerba tumbuh tipis 0,7%. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan tarif PNBP untuk komoditas mineral serta implementasi PP Nomor 19 Tahun 2025. Namun, penurunan harga batu bara menjadi faktor penahan laju penerimaan.
Selain itu, fluktuasi nilai tukar turut memengaruhi kinerja setoran PNBP dari sektor ini.
KND, PNBP Lainnya, dan BLU
Ketiga, PNBP dari kekayaan negara yang dipisahkan (KND) terealisasi sebesar Rp11,9 triliun. Rendahnya setoran KND disebabkan oleh pengalihan sebagian besar dividen BUMN, sekitar Rp80 triliun, ke BPI Danantara.
Keempat, PNBP lainnya tercatat sebesar Rp111,9 triliun. Kelima, PNBP yang bersumber dari Badan Layanan Umum (BLU) mencapai Rp90,9 triliun.
Pemerintah menilai komposisi PNBP tahun ini mencerminkan penyesuaian struktural kebijakan fiskal, sekaligus upaya menjaga kesinambungan penerimaan negara di tengah dinamika ekonomi global.
