Penguatan Industri MICE Didorong untuk Pacu Ekonomi

JAKARTA – Pemerintah secara konsisten terus mendorong percepatan transformasi digital serta penguatan industri MICE (meetings, incentives, conventions, and exhibitions) guna mendongkrak daya saing sektor pariwisata sekaligus memacu roda aktivitas ekonomi nasional, Kamis (30/7/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai sektor MICE memegang peran yang sangat strategis dalam merangsang pertumbuhan ekonomi melalui penyelenggaraan berbagai forum pertemuan, perjalanan insentif, konvensi, hingga pameran berskala nasional maupun internasional.

“Penguatan ekosistem MICE dan industri event mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian melalui peningkatan aktivitas pariwisata, investasi, perdagangan, serta penciptaan lapangan kerja,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Pergeseran Tren Bleisure dan Konsep Pariwisata 5.0

Airlangga memaparkan bahwa transformasi digital dan optimalisasi sektor MICE menjadi kunci penting dalam memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tengah pergeseran dinamika industri event global.

Ia menguraikan bahwa pasar pariwisata dunia saat ini telah bergeser dari perjalanan wisata murni menjadi perpaduan antara kegiatan bisnis dan wisata, atau yang populer dengan istilah bleisure (*business travel* dan *leisure travel*).

Pergeseran tren pasar ini memberikan peluang emas bagi Indonesia untuk menyatukan agenda perhelatan acara dengan promosi destinasi wisata unggulan. Langkah ini diyakini mampu menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi sektor pariwisata serta menggerakkan perekonomian daerah.

Guna menangkap peluang tersebut, pemerintah mengusung program Pariwisata 5.0. Konsep pengembangan pariwisata masa depan ini mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (*Artificial Intelligence*/AI) dalam strategi pemasarannya.

Pengembangan Inovasi MaiA dan Platform Digital Event

Sebagai wujud nyata transformasi digital tersebut, pemerintah merancang *Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia* (MaiA) yang berfungsi sebagai asisten perjalanan digital. Inovasi ini memudahkan wisatawan mendapatkan rekomendasi destinasi serta menyusun rencana perjalanan secara personal.

Pemerintah juga membangun platform digital *Event by Indonesia* (EBI) sebagai pusat basis data dan informasi nasional. Platform ini mencakup agenda perhelatan MICE, pertunjukan seni budaya, ajang olahraga, hingga kegiatan pariwisata di seluruh pelosok Nusantara.

Langkah percepatan ini dibarengi dengan penguatan jaringan konektivitas, pengembangan destinasi berbasis acara, dan optimalisasi AI agar Indonesia siap tampil sebagai pusat MICE berskala global.

“Indonesia sudah siap. Indonesia sangat kompetitif dalam hal keramahan dan fasilitas, serta pengalaman kuliner dengan kekayaan ragam makanan dan minuman, serta aneka cita rasa dan rempah-rempah,” pungkas Airlangga.

Exit mobile version