Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membidik pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sektor manufaktur nonmigas sebesar 5,51 persen pada tahun 2026. Target tersebut ditetapkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika perekonomian global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa sektor manufaktur nonmigas harus mampu tumbuh di atas 5 persen agar tetap berperan sebagai penggerak utama perekonomian nasional.

“Industri manufaktur diharapkan tetap tumbuh di atas 5 persen dan berfungsi sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Kami optimistis kinerja sektor ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan sepanjang 2026,” ujar Agus, dikutip Senin (19/1/2026).

Dari sisi penawaran, pertumbuhan manufaktur nonmigas pada 2026 akan ditopang oleh penguatan kapasitas produksi. Hingga 15 Januari 2026, tercatat sebanyak 1.236 industri berada dalam tahap pembangunan pada tahun sebelumnya dan dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ini.

Seiring mulai beroperasinya industri-industri tersebut, total tenaga kerja yang terserap diperkirakan mencapai 218.892 orang. Menurut Agus, tambahan kapasitas produksi ini berperan penting dalam menjaga pasokan industri, memperkuat struktur manufaktur nasional, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

“Kapasitas produksi baru yang mulai beroperasi pada 2026 menjadi faktor kunci dalam menjaga kesinambungan pasokan industri serta memperkuat fondasi sektor manufaktur nasional,” jelasnya.

Dari sisi permintaan, pertumbuhan sektor manufaktur nonmigas pada 2026 diperkirakan lebih banyak ditopang oleh pasar domestik. Kontribusi permintaan dalam negeri mencapai sekitar 80 persen, sementara pasar ekspor menyumbang sekitar 20 persen.

Untuk memperkuat permintaan domestik, Kemenperin akan terus mendorong kebijakan substitusi impor dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Selain itu, optimalisasi penggunaan produk dalam negeri oleh instansi pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN) juga menjadi fokus utama.

“Kami memastikan produk industri dalam negeri menjadi tuan rumah di pasar domestik. Penguatan pasar dalam negeri merupakan jangkar utama pertumbuhan industri manufaktur,” tegas Agus.

Exit mobile version