website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Tuesday, 22 September 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Internasional

Pajak Teva India: Pembayaran Obat AS Tak Kena Pajak

Muhammad Naufal Arya Saka by Muhammad Naufal Arya Saka
September 22, 2026
in Internasional
0 0
1
India Buka Pengungkapan Aset Luar Negeri hingga Akhir 2026
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

NEW DELHI – Delhi High Court memutuskan bahwa pajak Teva India tidak dapat dikenakan atas pembayaran yang berkaitan dengan obat generik yang diproduksi dan dipasarkan di Amerika Serikat. Pembayaran tersebut diterima Teva Pharmaceuticals Industries Limited atau Teva Israel dari sebuah perusahaan India, tetapi pengadilan menilai sumber hak dan aktivitas yang menghasilkan penghasilan tersebut berada di luar India.

Putusan tersebut muncul dalam lima perkara yang diajukan oleh Teva Pharmaceuticals USA atau Teva USA dan Teva Israel.

Menurut pengadilan, hak kontraktual yang mendasari pembayaran, marketing rights, proses litigasi, kerangka regulasi, serta aktivitas ekonomi yang menghasilkan penghasilan tersebut seluruhnya berada di luar India.

Delhi High Court menilai pembayaran terkait obat generik yang diproduksi dan dipasarkan di Amerika Serikat tidak kena pajak di India karena sumber yuridis dan aktivitas ekonomi yang menghasilkan penghasilan berada di luar India.

Lima Perkara Diajukan Teva USA dan Teva Israel

Sengketa tersebut diperiksa dalam satu kelompok yang terdiri atas lima perkara yang melibatkan Teva USA dan Teva Israel.

Persoalan utamanya berkaitan dengan pembayaran yang diterima Teva Israel dari sebuah perusahaan India sehubungan dengan obat generik yang diproduksi dan dipasarkan di Amerika Serikat.

Meskipun pembayaran berasal dari perusahaan India, Delhi High Court tidak melihat lokasi pihak pembayar sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan apakah penghasilan tersebut dapat dikenai pajak di India.

Pengadilan justru menelusuri sumber hak dan aktivitas yang secara substantif melahirkan penghasilan tersebut.

Baca Juga: Pajak Transfer Bisnis Kamboja Diperjelas lewat Prakas 584

Hak Kontraktual Berada di Luar India

Salah satu faktor yang menjadi perhatian Delhi High Court adalah lokasi hak kontraktual yang melandasi pembayaran kepada Teva Israel.

Pengadilan menyimpulkan bahwa contractual rights yang relevan dengan transaksi tersebut berada di luar India.

Hal ini menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan hubungan antara penghasilan yang diterima dengan yurisdiksi perpajakan India.

Dengan demikian, fakta bahwa dana dibayarkan oleh perusahaan India tidak dengan sendirinya mengubah lokasi sumber hak yang menghasilkan pembayaran tersebut.

Marketing Rights Berkaitan dengan Pasar Amerika Serikat

Pengadilan juga mempertimbangkan marketing rights atau hak pemasaran yang berkaitan dengan obat generik tersebut.

Obat yang menjadi dasar transaksi diproduksi dan dipasarkan di Amerika Serikat. Hak pemasaran yang terkait dengan transaksi juga berada dalam konteks pasar Amerika Serikat, bukan India.

Lokasi pasar yang menghasilkan nilai ekonomi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung kesimpulan bahwa penghasilan tidak memiliki dasar yang cukup untuk dikenai pajak di India.

Lokasi perusahaan yang melakukan pembayaran tidak menjadi satu-satunya penentu. Pengadilan juga melihat hak pemasaran dan kegiatan ekonomi yang secara nyata menghasilkan penghasilan.

Litigasi dan Kerangka Regulasi Juga Berada di Luar India

Pertimbangan Delhi High Court tidak berhenti pada hak kontraktual dan hak pemasaran.

Proses litigation yang berkaitan dengan transaksi tersebut juga berada di luar India. Demikian pula regulatory framework yang menjadi dasar aktivitas terkait obat generik tersebut.

Keseluruhan unsur itu dipertimbangkan untuk menentukan lokasi sumber ekonomi dan hukum dari pembayaran yang diterima Teva Israel.

Pengadilan pada akhirnya menilai hubungan antara transaksi tersebut dan India tidak cukup untuk menjadikan pembayaran itu sebagai penghasilan yang kena pajak di India.

Baca Juga: Biaya Sewa Masih Tinggi, Menteri Irlandia Usul Kredit Pajak Sewa Naik Jadi €1.300

Aktivitas Ekonomi Penghasil Pendapatan Berada di Luar India

Faktor penting lainnya adalah lokasi economic activities yang menghasilkan pendapatan.

Delhi High Court menemukan bahwa kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan pembayaran tersebut secara substantif berlangsung di luar India.

Karena hak yang mendasari transaksi, kegiatan pemasaran, proses litigasi, kerangka regulasi, serta aktivitas ekonomi semuanya berada di luar India, pengadilan menolak pengenaan pajak India atas pembayaran kepada Teva Israel.

Putusan tersebut menjadi inti dari sengketa pajak Teva India yang diajukan melalui lima perkara tersebut.

AAR Dinilai Melampaui Kewenangan

Selain menentukan perlakuan pajak atas pembayaran kepada Teva Israel, Delhi High Court juga mengkritik pendekatan Authority for Advance Rulings atau AAR.

Pengadilan menilai AAR telah melampaui statutory mandate atau kewenangan yang diberikan undang-undang ketika mencoba mengatribusikan penghasilan kena pajak kepada Teva USA.

Persoalannya, Teva USA bukan pihak pemohon dalam proses advance ruling tersebut dan tidak berada di hadapan AAR dalam kapasitas yang memungkinkan otoritas tersebut menentukan kewajiban pajaknya.

Menurut pengadilan, AAR seharusnya tetap berada dalam ruang lingkup pertanyaan dan pihak yang menjadi pemohon dalam proses tersebut.

AAR dinilai tidak dapat menentukan penghasilan kena pajak milik Teva USA dalam proses yang diajukan pihak lain ketika Teva USA sendiri bukan pemohon yang berada di hadapannya.

Temuan Kolusi dan Sham Arrangement Ditolak

Delhi High Court juga menyoroti temuan AAR mengenai dugaan collusion atau kolusi, sham arrangements, dan tax avoidance.

Menurut pengadilan, kesimpulan yang luas tersebut sebagian besar bertumpu pada conjecture atau dugaan, bukan landasan yang memadai untuk menopang temuan tersebut.

Karena itu, pengadilan menyatakan temuan AAR terkait kolusi, pengaturan semu, dan penghindaran pajak tidak dapat dipertahankan.

Pengadilan menilai AAR telah bergerak melampaui persoalan yang perlu diputus dalam permohonan advance ruling ketika membuat kesimpulan tersebut.

Status Pembayar India Tidak Cukup untuk Kenakan Pajak

Putusan Delhi High Court menegaskan bahwa keberadaan perusahaan India sebagai pihak yang melakukan pembayaran tidak secara otomatis membuat penghasilan nonresident menjadi kena pajak di India.

Dalam perkara Teva, pengadilan melihat sumber yuridis dan komersial dari pembayaran secara lebih luas.

Hak kontraktual, marketing rights, litigasi, regulatory framework, dan aktivitas ekonomi yang menghasilkan pembayaran semuanya berkaitan dengan kegiatan di luar India.

Atas dasar tersebut, pembayaran yang diterima Teva Israel terkait obat generik yang diproduksi dan dipasarkan di Amerika Serikat tidak diperlakukan sebagai penghasilan yang kena pajak di India.

Pajak Teva India Diputus Berdasarkan Sumber Penghasilan

Secara keseluruhan, putusan Delhi High Court dalam lima perkara Teva menempatkan lokasi sumber penghasilan sebagai bagian penting dalam menentukan pajak Teva India.

Pengadilan menyimpulkan bahwa pembayaran terkait obat generik tersebut tidak kena pajak di India karena hak kontraktual, hak pemasaran, litigasi, kerangka regulasi, dan aktivitas ekonomi yang menghasilkan pendapatan berada di luar India.

Pada saat yang sama, pengadilan menyatakan AAR melampaui kewenangan ketika mencoba mengatribusikan penghasilan kena pajak kepada Teva USA yang bukan pemohon dalam proses tersebut.

Temuan AAR mengenai kolusi, sham arrangements, dan tax avoidance juga dinilai tidak dapat dipertahankan karena sebagian besar didasarkan pada dugaan.

Sumber Terkait:

  • High Court of Delhi – Judgments
Muhammad Naufal Arya Saka

Muhammad Naufal Arya Saka

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version