website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Tuesday, 20 October 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Internasional

Evaluasi Insentif Pajak Jadi Kunci Hadapi Transformasi Industri

agni fatya kholila by agni fatya kholila
October 20, 2026
in Internasional
0 0
0
Evaluasi Insentif Pajak Jadi Kunci Hadapi Transformasi Industri
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemberian fasilitas perpajakan tidak cukup hanya berorientasi pada upaya menarik investasi. Pemerintah juga perlu memperhitungkan hasil yang ingin dicapai, jangka waktu pemberian fasilitas, serta manfaat yang benar-benar dihasilkan bagi perekonomian.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Perpajakan, Yon Arsal, dalam International Tax Conference di Jakarta pada 16 September 2026. Ia menyoroti perlunya pemerintah mengantisipasi perubahan pola bisnis ketika menentukan arah kebijakan insentif pada masa mendatang.

Perkembangan industri dapat mengubah kebutuhan dunia usaha. Oleh sebab itu, kebijakan yang dirancang berdasarkan kondisi saat ini perlu dievaluasi secara berkala agar tetap sesuai dengan tujuan pembangunan ekonomi.

Empat Aspek yang Perlu Diperhitungkan Pemerintah

Dalam merancang insentif, terdapat sejumlah aspek yang menurut Yon perlu mendapat perhatian. Salah satunya adalah perkembangan aturan perpajakan lintas negara, termasuk penerapan Global Minimum Tax (GMT) atau pajak minimum global.

Perubahan ketentuan internasional tersebut menjadi pertimbangan bagi pemerintah dalam menentukan bentuk fasilitas yang akan diberikan. Karena itu, rancangan insentif nasional perlu memperhatikan perkembangan lingkungan perpajakan global.

Dari sisi perekonomian domestik, fasilitas pajak juga perlu dikaitkan dengan sasaran pembangunan yang jelas. Pemerintah perlu mempertimbangkan hasil ekonomi yang diharapkan dari suatu kebijakan, bukan hanya menjadikan daya tarik sebuah industri sebagai alasan pemberian fasilitas.

Dua aspek lainnya menyangkut pelaksanaan dan pengawasan kebijakan. Insentif perlu diberikan pada waktu yang tepat, menjangkau penerima yang sesuai dengan tujuan, serta memiliki batas waktu. Setelah diterapkan, efektivitasnya harus ditinjau kembali untuk mengetahui apakah manfaat yang diharapkan benar-benar tercapai.

Evaluasi tidak hanya diperlukan sebelum fasilitas diberikan. Penilaian setelah pelaksanaan juga dibutuhkan untuk melihat apakah kebijakan tersebut masih layak dipertahankan.

Peta Industri Menentukan Arah Dukungan Fiskal

Dalam bahan yang disampaikan MUC Consulting, Indonesia disebut masih memberikan perhatian besar kepada industri pionir, termasuk semikonduktor, farmasi, dan kendaraan listrik, serta sektor manufaktur.

Sementara itu, Malaysia, Thailand, dan Vietnam turut mengarahkan fasilitas perpajakan kepada sektor digital, teknologi, dan energi terbarukan. Ketiga negara tersebut juga memberikan insentif kepada industri manufaktur dan kendaraan listrik.

Perbedaan tersebut memperlihatkan beragamnya sektor yang menjadi perhatian dalam kebijakan fiskal di kawasan. Bagi Indonesia, persoalannya adalah menentukan apakah prioritas yang berlaku sudah mencerminkan kebutuhan ekonomi dan perkembangan kegiatan usaha pada masa mendatang.

Yon menekankan pentingnya mengenali perubahan struktur bisnis sebelum menentukan arah kebijakan. Pemerintah perlu mempertimbangkan perkembangan industri dalam jangka panjang ketika mengevaluasi fasilitas perpajakan.

Evaluasi Perlu Berjalan Bersama Perubahan Ekonomi

Penyesuaian kebijakan insentif membutuhkan pertimbangan yang lebih luas daripada sekadar menentukan industri penerima. Perkembangan aturan internasional, tujuan pembangunan, ketepatan sasaran, dan hasil pelaksanaan perlu menjadi bagian dari penilaian.

Pendekatan tersebut dapat membantu pemerintah menilai apakah suatu fasilitas masih sesuai dengan kebutuhan ekonomi. Keputusan mengenai perubahan prioritas tetap perlu didukung oleh data dan evaluasi yang memadai agar manfaat kebijakan dapat dinilai secara objektif.

Sumber: MUC Consulting.

agni fatya kholila

agni fatya kholila

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Tata Cara Pelaporan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Status Nihil Menggunakan Coretax Form

April 30, 2026
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

9
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

5
SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

4
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
Evaluasi Insentif Pajak Jadi Kunci Hadapi Transformasi Industri

Evaluasi Insentif Pajak Jadi Kunci Hadapi Transformasi Industri

October 20, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Belum Usai, Cek Tenggatnya

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Belum Usai, Cek Tenggatnya

October 20, 2026
Capaian PBB-P2 Lebak Baru 51,93%, Bapenda Kejar Target 2026

Capaian PBB-P2 Lebak Baru 51,93%, Bapenda Kejar Target 2026

October 19, 2026
Warga Lampung Timur Bisa Urus Pajak Lebih Dekat Lewat MPP

Warga Lampung Timur Bisa Urus Pajak Lebih Dekat Lewat MPP

October 19, 2026

Recent News

Evaluasi Insentif Pajak Jadi Kunci Hadapi Transformasi Industri

Evaluasi Insentif Pajak Jadi Kunci Hadapi Transformasi Industri

October 20, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Belum Usai, Cek Tenggatnya

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Belum Usai, Cek Tenggatnya

October 20, 2026
Capaian PBB-P2 Lebak Baru 51,93%, Bapenda Kejar Target 2026

Capaian PBB-P2 Lebak Baru 51,93%, Bapenda Kejar Target 2026

October 19, 2026
Warga Lampung Timur Bisa Urus Pajak Lebih Dekat Lewat MPP

Warga Lampung Timur Bisa Urus Pajak Lebih Dekat Lewat MPP

October 19, 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version