Menkeu Jamin Anggaran Program Sekolah Rakyat Terpenuhi

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan ketersediaan alokasi anggaran APBN disiapkan secara memadai untuk mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu prioritas nasional Presiden, Minggu (2/8/2026).

Dalam kunjungannya ke fasilitas Sekolah Rakyat di Surabaya, Jawa Timur, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal program ini agar dapat berjalan optimal demi mencetak sumber daya manusia unggul melalui pembiayaan APBN.

“Salah satu tugas Kementerian Keuangan adalah memastikan ketersediaan anggaran agar program tersebut dapat berjalan optimal,” ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangan resminya.

Pendidikan Terintegrasi dan Fasilitas Asrama di Surabaya

Purbaya menjelaskan bahwa program tersebut ditujukan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik dan inklusif bagi anak-anak Indonesia, terutama dari keluarga yang membutuhkan.

Pemerintah memandang sektor pendidikan sebagai bentuk investasi jangka panjang. Oleh sebab itu, alokasi pembiayaan melalui APBN merupakan bentuk nyata upaya pemerintah untuk mencetak generasi berkualitas demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Saat meninjau lokasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Menkeu melihat secara langsung kawasan pendidikan yang dibangun di atas lahan seluas 6,6 hektare. Proyek pembangunan sekolah ini mencatatkan nilai kontrak sebesar Rp3,52 triliun.

Adapun pagu anggaran yang disiapkan pemerintah untuk proyek ini mencapai Rp3,82 triliun, di mana realisasi penyerapan dananya saat ini sudah menembus angka Rp3,21 triliun.

Purbaya menerangkan, sekolah rakyat di Surabaya mengusung konsep pendidikan terintegrasi dan berasrama dengan menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan. Para siswa tinggal di asrama yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

Porsi Penerimaan Pajak dalam Pembiayaan Program

Program pemenuhan akses pendidikan berkualitas ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Harapannya, para peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berdaya saing, serta siap menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan.

Perlu diketahui, sektor perpajakan masih menjadi penopang utama pendapatan negara, di mana sekitar 70% dari APBN bersumber dari penerimaan pajak. Dengan kata lain, kontribusi pajak masyarakat turut membiayai berbagai program strategis pemerintah, termasuk penyelenggaraan sekolah rakyat di berbagai daerah.

Exit mobile version