Makan Bergizi Gratis Saat Ramadan: Siswa Bawa Pulang, Ibu Hamil Tetap Reguler

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berlanjut selama bulan suci Ramadan. Pemerintah telah menyiapkan skema penyesuaian agar manfaat gizi tetap tersalurkan kepada target penerima, mulai dari ibu hamil hingga siswa sekolah, tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah puasa.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa penyaluran untuk kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita tidak akan mengalami perubahan mekanisme. Penyaluran tetap berjalan reguler mengingat kebutuhan gizi harian mereka yang krusial.

“Bulan puasa sama seperti tahun lalu, terutama untuk ibu hamil, misalnya anak balita, itu reguler karena mereka kan rata-rata memasuki intervensi pemenuhan gizi.”

Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional

Sementara itu, bagi siswa sekolah yang berada di wilayah mayoritas penduduk berpuasa, BGN menerapkan kebijakan makanan siap saji yang dapat dibawa pulang. Paket makanan akan didistribusikan pada jam sekolah namun didesain khusus agar tahan lama hingga waktu berbuka puasa tiba.

“Untuk anak sekolah yang aktif, di daerah yang mayoritas puasa, makanan akan diberikan di jam sekolah. Tapi makanannya makanan yang siap saji, yang tahan 12 jam untuk dibawa ke rumah. Nanti untuk dikonsumsi pada saat buka,” jelas Dadan.

Anggaran Rp335 Triliun untuk Pemerataan Gizi

Pemerintah juga memastikan bahwa di wilayah dengan mayoritas penduduk tidak berpuasa, layanan MBG tetap berjalan normal. Tidak ada perubahan jam makan maupun mekanisme distribusi bagi siswa di daerah tersebut.

Pelayanan Normal: Bagi daerah mayoritas tidak berpuasa, mekanisme penyaluran tetap dilakukan normal selama hari sekolah.

Sebagai penopang program strategis ini, pemerintah telah mengalokasikan dana jumbo sebesar Rp335 triliun dari APBN. Dana tersebut ditargetkan untuk mencakup 82,9 juta penerima manfaat sepanjang tahun ini, memastikan program perbaikan gizi nasional terus berjalan konsisten di tengah berbagai agenda nasional.


Exit mobile version