Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian, Elen Setiadi, menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan efisiensi investasi yang semakin baik di kawasan KEK.
“ICOR yang rendah menandakan investasi di KEK memberikan imbal hasil tinggi melalui ekspansi ekonomi yang efisien dan berkualitas,” ujar Elen, Kamis (10/12/2025).
KEK Jadi Prototipe Kawasan Berdaya Saing
Elen menjelaskan bahwa KEK telah dirancang sebagai model kawasan berdaya saing tinggi, dengan insentif menarik dan proses perizinan yang semakin sederhana.
Baca juga: DJP perketat mekanisme pengaduan layanan publik
Nilai ICOR di KEK juga telah sesuai dengan target Presiden Prabowo Subianto, yakni 4 atau lebih rendah.
Kontribusi Hilirisasi Semakin Terlihat
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, mengungkapkan bahwa KEK memainkan peran strategis dalam mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah.
“Investasi hilirisasi mencapai Rp431 triliun atau 13,1% dari total realisasi. Ini membuktikan hilirisasi memberikan manfaat nyata bagi perekonomian,” kata Todotua.
Baca juga: Pemerintah resmi kenakan bea keluar emas
Ia menambahkan bahwa pemerintah telah memperbarui mekanisme perizinan melalui fiktif positif dan SLA untuk menciptakan proses yang lebih cepat dan transparan.
Apa Itu ICOR?
ICOR adalah indikator yang mengukur seberapa besar investasi tambahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan kenaikan output ekonomi. Semakin rendah ICOR, semakin tinggi efisiensi investasi.
Baca juga: DJBC siapkan 25 juta pita cukai desain 2026
Sumber Terkait
