website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Saturday, 31 October 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Harta Tak Dilaporkan di SPT? DJP Tegaskan Punya Data untuk Uji Kepatuhan

Johannes Albert by Johannes Albert
December 15, 2025
in Nasional
0 0
0
Bimo Kritik Tingginya Biaya Investasi RI: Insentif Pajak Ada, Ekosistemnya Masih Berat
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kembali mengingatkan wajib pajak untuk melaporkan seluruh harta secara benar dalam Surat Pemberitahuan (SPT). Pasalnya, otoritas pajak kini memiliki beragam data pendukung yang dapat digunakan sebagai dasar benchmarking kepatuhan, terutama terhadap wajib pajak berkekayaan besar atau high wealth individual (HWI).

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan DJP telah memanggil sejumlah HWI untuk mengklarifikasi data perpajakan. Pemanggilan dilakukan karena adanya indikasi harta dan penghasilan yang tidak tercermin secara memadai dalam SPT.

“Wajib pajak mungkin merasa kami tidak mempunyai akses terhadap data tersebut sehingga di laporan SPT-nya tidak dimasukkan.”

— Dirjen Pajak Bimo Wijayanto

Menurut Bimo, pengisian dan penyampaian SPT yang tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya dapat menciptakan paradoks kebijakan fiskal. Ketika wajib pajak dengan kemampuan ekonomi besar tidak patuh, fungsi pajak sebagai instrumen pemerataan menjadi tidak optimal.

“Seharusnya kebijakan fiskal menjadi penyeimbang agar ketimpangan sosial dan penghasilan bisa diminimalisasi,” ujarnya.

Baca Juga Hong Kong Bersiap Tukar Data Kripto Global untuk Perangi Penggelapan Pajak

HWI Dikelola di KPP Khusus

Untuk memperkuat pengawasan, DJP mengadministrasikan wajib pajak orang pribadi berkekayaan tinggi pada KPP Wajib Pajak Besar Empat di bawah Kanwil DJP Wajib Pajak Besar.

Penetapan wajib pajak sebagai HWI dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, antara lain peredaran usaha, besaran penghasilan, jumlah pembayaran pajak, kewarganegaraan, klasifikasi lapangan usaha, keterkaitan dalam grup usaha atau pemilik manfaat, serta pertimbangan lain dari Direktur Jenderal Pajak.

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan DJP Ihsan Priyawibawa menyebut jumlah wajib pajak HWI yang dikelola secara khusus relatif terbatas.

“Kita punya satu kantor yang didedikasikan untuk mengelola HWI di Indonesia, tetapi jumlahnya enggak terlalu banyak, sekitar 1.000-an,” ujar Ihsan.

Isu Pajak Lain Jadi Sorotan

Selain pengawasan kepatuhan HWI, sejumlah isu perpajakan lain juga menjadi sorotan publik dalam sepekan terakhir. Di antaranya rencana penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK), pelayanan aktivasi Coretax di akhir pekan, hingga kebijakan bea keluar atas emas dan batu bara.

Di sektor pertambangan, DJP juga menyoroti masih banyaknya wajib pajak batu bara yang menunggak pajak meski telah terdaftar. Salah satu tantangan utama pengawasan sektor ini adalah kompleksitas struktur biaya usaha.

“Struktur cost of goods sold harus kita akui tidak sama untuk setiap wajib pajak,” kata Ihsan.

Melalui penguatan basis data, pertukaran informasi lintas sektor, serta pengawasan berbasis risiko, DJP menegaskan akan terus meningkatkan kepatuhan sukarela dan menutup celah penghindaran pajak.


Sumber Terkait

  • Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
  • Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Johannes Albert

Johannes Albert

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Ketentuan Baru Pelaporan Struktur Manajemen Perusahaan dalam Coretax.

April 30, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

14
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

10
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

6
Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

5
Pajak Offshore China 20% Ubah Strategi Aset ke AS

Pajak Offshore China 20% Ubah Strategi Aset ke AS

October 31, 2026
DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

October 30, 2026
Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

October 30, 2026
Kebijakan Fiskal Indonesia Jadi Kunci Pendanaan Energi Bersih

Kebijakan Fiskal Indonesia Jadi Kunci Pendanaan Energi Bersih

October 30, 2026

Recent News

Pajak Offshore China 20% Ubah Strategi Aset ke AS

Pajak Offshore China 20% Ubah Strategi Aset ke AS

October 31, 2026
DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

DTA Jersey-Oman Diteken, Investasi Dua Arah Didorong

October 30, 2026
Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

Metode Koreksi Laporan Pajak Beralih, Wajib Pajak Perlu Cermati Aturan Baru

October 30, 2026
Kebijakan Fiskal Indonesia Jadi Kunci Pendanaan Energi Bersih

Kebijakan Fiskal Indonesia Jadi Kunci Pendanaan Energi Bersih

October 30, 2026

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version