JAKARTA – Pemerintah menegaskan peran strategis sektor swasta dan investasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa sektor swasta dan masyarakat menjadi pilar utama perekonomian nasional dengan kontribusi mencapai sekitar 85%. Kontribusi tersebut berasal dari investasi perusahaan, konsumsi rumah tangga, serta aktivitas ekspor dan impor.
“Kami mendorong pertumbuhan, menjaga pemerataan, dan memperbaiki alokasi. Ibu bapak menciptakan kegiatan ekonomi, menyalurkan investasi, menyerap tenaga kerja, serta meningkatkan pendapatan para pekerja kita,” ujar Suahasil, dikutip Minggu (25/1/2026).
Suahasil menjelaskan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia saat ini berada di kisaran Rp24.000 triliun. Dari total tersebut, porsi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hanya sekitar Rp3.800 triliun atau setara 14% dari PDB.
Sementara itu, sekitar 85% aktivitas ekonomi nasional digerakkan oleh sektor swasta, konsumsi masyarakat, investasi, serta perdagangan internasional. Oleh karena itu, pemerintah mengajak pelaku usaha dan investor untuk terus bersinergi dalam membangun perekonomian nasional.
Lebih lanjut, Suahasil menilai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6% hingga 8% pada 2029 tidak dapat hanya bertumpu pada peran APBN. Kinerja investasi sektor swasta dinilai menjadi kunci utama pencapaian target tersebut.
Dia mencontohkan, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menjaga dunia usaha tetap ekspansif. Salah satunya melalui kebijakan penempatan dana pemerintah di bank-bank Himbara senilai Rp205 triliun.
Menurutnya, dukungan likuiditas tersebut diharapkan mampu menurunkan cost of fund perbankan. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari fungsi stabilisasi APBN untuk menjaga kondisi ekonomi tetap terkendali, termasuk mengantisipasi lonjakan inflasi.
Selain itu, pemerintah memastikan inflasi tetap terjaga pada tingkat yang mendukung kepastian usaha dan perencanaan bisnis. Dengan stabilitas tersebut, dunia usaha diharapkan semakin terdorong untuk menambah investasi, meningkatkan produksi, serta membuka lapangan kerja baru.
