SOFIA – Kementerian Keuangan Bulgaria mengusulkan pengenaan windfall tax Bulgaria sebesar 33% mulai 2027 terhadap sejumlah sektor usaha, termasuk perbankan dan perusahaan besar. Pajak atas keuntungan berlebih tersebut menjadi bagian dari paket perubahan kebijakan perpajakan yang sedang disiapkan pemerintah.
Wakil Menteri Keuangan Bulgaria Ludmila Petkova mengatakan windfall tax diusulkan berlaku terhadap bank, perusahaan asuransi dan reasuransi, perusahaan ritel yang mengoperasikan sedikitnya 5 toko pangan, perusahaan telekomunikasi, kantor penukaran valuta asing, serta perusahaan pemberi pinjaman jangka pendek atau payday lenders.
“Skema pengenaan windfall tax akan menggunakan rata-rata laba perusahaan selama periode 2020-2025 sebagai tingkat acuan. Nilai rata-rata tersebut kemudian ditambah 20% untuk mencerminkan tingkat keuntungan yang dianggap normal oleh Kementerian Keuangan,” bunyi pernyataan Petkova, dikutip pada Kamis (24/9/2026).
Hanya Keuntungan di Atas Batas Normal yang Dipajaki
Dalam skema yang diusulkan, pemerintah akan menghitung rata-rata laba perusahaan selama periode 2020 hingga 2025. Nilai rata-rata tersebut kemudian ditambah sebesar 20% untuk menentukan tingkat keuntungan yang dianggap normal.
Selisih antara laba kena pajak penghasilan (PPh) badan pada 2027 dan nilai acuan tersebut selanjutnya akan dikenai windfall tax dengan tarif sebesar 33%.
Dengan mekanisme tersebut, pajak tidak dikenakan terhadap seluruh laba perusahaan. Pengenaan hanya menyasar bagian laba yang dinilai melampaui tingkat keuntungan normal berdasarkan formula yang ditetapkan pemerintah.
Batas Omzet Pendaftaran PPN Diusulkan Naik
Usulan windfall tax Bulgaria menjadi bagian dari paket perubahan kebijakan perpajakan yang lebih luas. Pemerintah juga menyiapkan perubahan pada ketentuan PPN, PPh badan, cukai, pajak perjudian, serta pajak dan retribusi daerah.
Untuk PPN, pemerintah mengusulkan peningkatan batas omzet yang mewajibkan pelaku usaha melakukan pendaftaran sebagai pengusaha kena pajak.
Batas tersebut diusulkan naik dari EUR51.130 atau sekitar Rp1,04 miliar menjadi EUR75.000 atau sekitar Rp1,52 miliar.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk memberikan ruang lebih besar kepada pelaku usaha dengan tingkat omzet relatif rendah sebelum diwajibkan masuk dalam sistem PPN.
Pemerintah juga mengusulkan kewajiban pendaftaran PPN terhadap transaksi kena pajak yang melibatkan tanah dan bangunan. Langkah tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya mencegah penghindaran PPN.
E-Faktur Domestik Direncanakan Wajib pada 2028
Perubahan berikutnya menyangkut administrasi PPN. Pemerintah Bulgaria mengusulkan kewajiban penggunaan e-faktur untuk transaksi domestik.
Ketentuan tersebut direncanakan mulai berlaku pada 2028 karena otoritas pajak masih membutuhkan waktu untuk membangun platform yang dapat memverifikasi faktur yang diterbitkan pengusaha kena pajak dan dikonfirmasi oleh penerima.
Platform tersebut nantinya akan menjadi bagian dari infrastruktur administrasi perpajakan digital yang mendukung proses penerbitan serta verifikasi faktur.
Mobil Bertenaga di Atas 250 Kilowatt Terancam Cukai Baru
Pemerintah Bulgaria turut mengusulkan cukai baru bagi kendaraan dengan tenaga mesin di atas 250 kilowatt.
Kendaraan khusus yang digunakan untuk kepentingan tertentu, seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran, akan dikecualikan dari pengenaan cukai tersebut.
Usulan ini menjadi salah satu perubahan di bidang cukai yang masuk dalam paket kebijakan perpajakan pemerintah untuk periode mendatang.
Pajak Perjudian Juga Diusulkan Naik
Perubahan besar lainnya menyasar sektor perjudian. Pemerintah berencana meningkatkan pajak alternatif kuartalan atas mesin slot, meja permainan, dan peralatan lainnya yang digunakan di tempat perjudian maupun kasino.
Pada 2027, pajak atas mesin slot diusulkan naik dari BGN800 atau sekitar Rp8,33 juta menjadi EUR600 atau sekitar Rp12,22 juta.
Pajak atas meja permainan juga akan dinaikkan dari BGN22.000 menjadi EUR13.000. Sementara itu, pajak atas peralatan permainan lainnya diusulkan berubah dari BGN5.000 menjadi EUR3.000.
Penerimaan tambahan dari sektor perjudian juga akan digunakan untuk mendukung program pencegahan kecanduan judi.
Anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut akan digandakan. Pemerintah memperkirakan kebijakan pajak perjudian dapat menghasilkan penerimaan sebesar EUR15 juta atau sekitar Rp305,57 miliar.
Dana tersebut akan dibagi secara merata kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pendidikan dan Sains Bulgaria.
Nilai Properti Direncanakan Naik Bertahap
Pemerintah juga mengusulkan perubahan Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang akan memengaruhi dasar penghitungan pajak properti dan pungutan daerah lainnya.
Nilai properti yang digunakan sebagai dasar pengenaan pajak direncanakan mengalami penyesuaian secara bertahap dalam kurun waktu 3 tahun.
Peningkatan yang diusulkan adalah sebesar 30% pada 2027, kemudian 35% pada 2028, dan kembali 35% pada 2029.
Dengan skema tersebut, nilai properti yang menjadi dasar penghitungan pajak ditargetkan meningkat hingga dua kali lipat selama periode tersebut.
Insentif Pajak Keluarga Diperbesar
Di tengah berbagai kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan penerimaan negara, pemerintah Bulgaria juga mengusulkan perluasan insentif pajak bagi keluarga.
Berdasarkan rencana perubahan UU PPh Orang Pribadi, pengurangan pajak tahunan bagi keluarga dengan 1 anak diusulkan naik dari BGN6.000 menjadi EUR5.000.
Untuk keluarga dengan 2 anak, nilai pengurangan pajak akan meningkat dari BGN12.000 menjadi EUR8.000.
Sementara itu, keluarga dengan 3 anak atau lebih akan memperoleh kenaikan fasilitas dari BGN18.000 menjadi EUR11.000.
Pengurangan pajak bagi anak penyandang disabilitas juga diusulkan meningkat dari BGN12.000 menjadi EUR10.000.
Ada Insentif Baru untuk Kesehatan dan Pendidikan Anak
Pemerintah turut mengusulkan fasilitas pajak baru bagi orang tua yang bekerja atas pengeluaran untuk kebutuhan kesehatan, pendidikan, serta aktivitas olahraga anak.
Pengurangan dari penghasilan kena pajak dibatasi hingga EUR2.000 bagi keluarga dengan 1 anak.
Bagi keluarga dengan 2 anak, batas pengurangan mencapai EUR4.000. Sementara itu, keluarga dengan 3 anak atau lebih dapat memperoleh pengurangan hingga EUR6.000.
Insentif tersebut melengkapi perubahan fasilitas pajak tahunan yang sebelumnya telah diberikan kepada keluarga berdasarkan jumlah anak.
Penerimaan Tambahan Diperkirakan EUR1,4 Miliar
Secara keseluruhan, berbagai kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara diperkirakan menghasilkan tambahan penerimaan sebesar EUR1,4 miliar atau sekitar Rp28,52 triliun.
Namun, pemerintah juga harus memperhitungkan dampak fiskal dari berbagai insentif dan pengurangan pajak yang diusulkan dalam paket kebijakan tersebut.
Setelah memperhitungkan seluruh fasilitas pajak, dampak bersih terhadap penerimaan negara diperkirakan mencapai EUR1,12 miliar atau sekitar Rp22,81 triliun.
Dengan demikian, rencana windfall tax Bulgaria sebesar 33% hanya menjadi salah satu unsur dari paket perubahan perpajakan yang jauh lebih luas untuk 2027 dan tahun-tahun berikutnya.
