Thailand Tebar Insentif Pajak Kuartal IV Dorong Ekonomi

BANGKOK — Pemerintah Thailand resmi meluncurkan lima paket stimulus ekonomi untuk memacu pertumbuhan nasional pada kuartal IV/2025, mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Indonesia.

“Langkah ini dirancang untuk menciptakan atmosfer positif menjelang musim liburan dan memperkuat konsumsi domestik.”
— Lavaron Sangsnit, Menteri Keuangan Thailand

Menteri Keuangan Thailand Lavaron Sangsnit menjelaskan, rangkaian stimulus tersebut berfokus pada sektor pariwisata domestik dan diharapkan mampu menambah produk domestik bruto (PDB) sekitar 0,04%. Meski pemerintah berpotensi kehilangan penerimaan pajak hingga THB5 miliar (sekitar Rp2,53 triliun), Lavaron menilai efek ekonominya tetap signifikan.

“Skalanya memang tidak besar, tetapi efek psikologis dan momentum belanja masyarakat menjelang high season akan membantu menopang perekonomian,” ujarnya, dikutip Rabu (22/10/2025).

Baca juga: Armenia Genjot Transisi Hijau, Bebas PPN Kendaraan Listrik Diperpanjang

5 Paket Insentif Pajak Thailand

Pertama, pengurangan PPh orang pribadi untuk perjalanan wisata domestik. Wajib pajak individu dapat mengklaim pengurangan pajak hingga THB20.000 dari total biaya perjalanan di dalam negeri. Untuk THB10.000 pertama, klaim dapat menggunakan faktur cetak maupun elektronik, sedangkan THB10.000 sisanya wajib menggunakan faktur elektronik.

Kedua, pengurangan PPh badan untuk biaya seminar dan pelatihan di dalam negeri. Perusahaan dapat mengklaim pengurangan biaya hingga 200% dari total pengeluaran yang mencakup akomodasi, transportasi, serta layanan tur.

Ketiga, percepatan pencairan anggaran seminar dan pelatihan pemerintah. Instansi publik, BUMN, dan pemda diwajibkan mencairkan minimal 60% dari pagu tahun fiskal 2026 dalam periode Oktober 2025 hingga 31 Januari 2026.

Keempat, insentif pajak untuk renovasi hotel. Hotel yang dioperasikan oleh perusahaan atau kemitraan dapat mengeklaim pengurangan pajak hingga 200% dari biaya renovasi dan peningkatan aset. Insentif berlaku untuk periode 29 Oktober 2025 hingga 31 Maret 2026.

Kelima, perpanjangan pengurangan cukai hiburan bagi klub malam, bar, pub, dan lounge. Tarif cukai dipangkas dari 10% menjadi 5% dan berlaku efektif sepanjang tahun 2026.

Baca juga: Trump Sebut Tarif 100% China Tak Akan Bertahan Lama

Melansir Nation Thailand, Lavaron optimistis kebijakan fiskal ini akan meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong investasi di sektor perhotelan, serta menjaga momentum pemulihan ekonomi sepanjang 2026.

“Kombinasi dari insentif pajak dan belanja pemerintah diharapkan dapat memperkuat konsumsi domestik serta mempercepat pemulihan pariwisata setelah pandemi,” tutupnya.

Exit mobile version