Tax Goes to Campus: KPP Karanganyar Siapkan Generasi Muda Melek Pajak

JAKARTA – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Karanganyar kembali menggelar kegiatan edukasi perpajakan lewat program Tax Goes to Campus (TGTC). Kali ini, sasaran edukasi adalah para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA).

Mengusung tema besar “Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju”, kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman mendalam mengenai peran strategis pajak sebagai tulang punggung pembangunan nasional. Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan diharapkan tidak hanya sekadar tahu, tetapi juga sadar akan fungsi vital anggaran negara.

“Kami menekankan lagi pentingnya edukasi pajak sejak dini agar mahasiswa memahami fungsi vital pajak sebagai penopang pembangunan negara.”

Eko Budi Setyono, Kepala KPP Pratama Karanganyar

Pajak dalam Postur APBN

Dalam sesi pemaparan materi, Penyuluh Pajak KPP Pratama Karanganyar, Zuhairoh Desty Aynulyakin, mengupas tuntas pengelolaan keuangan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menjelaskan bahwa APBN terdiri dari komponen penerimaan dan pengeluaran.

Dari sisi penerimaan, pajak merupakan kontributor terbesar yang membiayai berbagai kebutuhan publik. Dana yang terkumpul dari masyarakat ini dikembalikan lagi dalam bentuk fasilitas yang dinikmati bersama, mulai dari sektor pendidikan, layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur umum, subsidi transportasi, hingga pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk pertahanan keamanan.

Antusiasme mahasiswa terlihat jelas saat sesi kuis daring digelar seusai pemaparan materi. Para peserta berlomba menguji pemahaman mereka untuk meraih nilai terbaik, di mana tiga mahasiswa dengan skor tertinggi berhak mendapatkan apresiasi suvenir dari kantor pajak.

Pondasi Kokoh: “Dengan sistem perpajakan yang kuat, Indonesia akan memiliki pondasi yang kokoh untuk menghadapi tantangan global.”

Melalui kegiatan ini, KPP Pratama Karanganyar berharap lahir generasi muda yang tidak hanya sadar akan hak dan kewajibannya di masa depan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di tengah masyarakat.

Desty menutup sesi dengan pesan optimis, mengajak mahasiswa untuk terus menumbuhkan kesadaran dan kepatuhan pajak demi mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Exit mobile version