website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Tuesday, 13 October 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Regional

PP 20/2026 Terbit, Insentif PPh Final 0,5% Tanpa Batas Waktu Beri Angin Segar bagi UMKM

Muhammad Naufal Arya Saka by Muhammad Naufal Arya Saka
July 15, 2026
in Regional
0 0
0
Panduan Praktis Pelunasan PPh Final: Pilih Metode Tepat 2026
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG – Arsitektur kebijakan fiskal Indonesia kembali mengalami transformasi signifikan guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional pada sektor riil. Melalui langkah regulasi yang progresif, pemerintah resmi mengundangkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 20/2026 yang dirancang khusus untuk memangkas hambatan administratif sekaligus memberikan kepastian hukum jangka panjang bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Aturan baru ini membawa angin segar dengan tetap mempertahankan tarif Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 0,5%. Namun, lompatan kebijakan paling krusial terletak pada penghapusan batas waktu pemanfaatan fasilitas pajak tersebut bagi Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi dan Perseroan Perorangan—sebuah kelonggaran struktural yang sebelumnya dibatasi oleh durasi tahun pajak tertentu.

Baca Juga: Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Guna mendiseminasi pembaruan hukum ini secara masif, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Malang menggelar kelas pajak daring interaktif yang sukses menarik atensi lebih dari 250 pelaku usaha. Dalam forum edukasi tersebut, otoritas membedah rincian implementasi PP 20/2026 serta implikasi praktisnya terhadap model operasional bisnis harian wajib pajak.

“Batas waktu pemanfaatan fasilitas tersebut kini dihapus bagi wajib pajak orang pribadi dan perseroan perorangan. Hal ini diharapkan memberikan kepastian hukum dan meringankan beban administratif bagi UMKM. Penerapan PP 20/2026 juga dimaksudkan untuk mencegah praktik bunching sehingga fasilitas pajak dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran.”

— Wendra Rayudianto, Penyuluh Pajak KPP Madya Malang

Baca Juga: Redam Gejolak Properti, Pemkot Semarang Rombak Total Formula Hitung NJOP PBB-P2

Menutup Celah ‘Bunching’ dan Batas Tegas bagi Wajib Pajak Badan

Kendati memberikan kelonggaran durasi bagi pelaku usaha perorangan, PP 20/2026 hadir dengan instrumen pengawasan yang lebih ketat guna mengantisipasi kecurangan taktis. Salah satu fokus utama kebijakan ini adalah mitigasi praktik *bunching*, yaitu tindakan manipulatif di mana wajib pajak sengaja memecah omzet usaha ke dalam beberapa entitas berbeda demi menjaga pendapatan tahunan tetap berada di bawah ambang batas fasilitas tarif murah.

Di sisi lain, perlakuan berbeda diterapkan bagi wajib pajak berbentuk badan hukum konvensional seperti Commanditaire Vennootschap (CV), Firma, dan Perseroan Terbatas (PT) non-perorangan. Penyuluh Pajak KPP Madya Malang, Akrim Yazid Isninanda, menegaskan bahwa kelompok wajib pajak badan ini tetap terikat pada koridor batas waktu pemanfaatan tarif PPh final 0,5%.

Kewajiban Pembukuan: Setelah masa transisi penggunaan tarif final 0,5% berakhir, wajib pajak badan diwajibkan melakukan pembukuan keuangan secara komprehensif dan beralih menggunakan mekanisme tarif umum PPh.

Melalui bauran insentif yang presisi dan pengawasan antipenghindaran pajak yang kuat, reformasi perpajakan ini diharapkan mampu menciptakan lanskap bisnis yang sehat dan kompetitif. Pemerintah mengimbau seluruh pelaku UMKM untuk memanfaatkan masa transisi dan fasilitas ini secara bijak demi mempercepat eskalasi kelas usaha mereka menjadi kekuatan ekonomi formal yang tangguh.

Sumber Terkait:

  • Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
  • Sekretariat Kabinet Republik Indonesia
Muhammad Naufal Arya Saka

Muhammad Naufal Arya Saka

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Tata Cara Pelaporan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Status Nihil Menggunakan Coretax Form

April 30, 2026
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

8
SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

4
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
DJP Perkuat Pengawasan Harta Wajib Pajak Kaya Lewat AI

DJP Perkuat Pengawasan Harta Wajib Pajak Kaya Lewat AI

October 13, 2026
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

October 13, 2026
DJP Kejar Rp750,1 Triliun demi Target Pajak 2026

DJP Kejar Rp750,1 Triliun demi Target Pajak 2026

October 13, 2026
Pendapatan Negara Tembus Rp2.341,5 Triliun per September

Pendapatan Negara Tembus Rp2.341,5 Triliun per September

October 13, 2026

Recent News

DJP Perkuat Pengawasan Harta Wajib Pajak Kaya Lewat AI

DJP Perkuat Pengawasan Harta Wajib Pajak Kaya Lewat AI

October 13, 2026
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

October 13, 2026
DJP Kejar Rp750,1 Triliun demi Target Pajak 2026

DJP Kejar Rp750,1 Triliun demi Target Pajak 2026

October 13, 2026
Pendapatan Negara Tembus Rp2.341,5 Triliun per September

Pendapatan Negara Tembus Rp2.341,5 Triliun per September

October 13, 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version