INGGRIS – Para petani di berbagai wilayah kini berada dalam kondisi “tertekan dan cemas” seiring melonjaknya biaya operasional yang tak terkendali. Lonjakan harga bahan bakar yang naik hingga dua kali lipat sejak dimulainya eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu desakan kuat kepada pemerintah untuk segera menurunkan tarif pajak bahan bakar guna menyelamatkan sektor pertanian.
Ashley Jones, ketua Serikat Petani Nasional (NFU) Cornwall, mengungkapkan bahwa ketergantungan tinggi pada bahan bakar untuk mengoperasikan alat berat membuat para petani terjebak dalam masalah arus kas yang serius. Tanpa adanya intervensi berupa pemotongan bea masuk atau pajak, dikhawatirkan banyak petani akan menghentikan kegiatan tanam pada musim gugur mendatang.
Dampak Volatilitas Harga Minyak terhadap Ketahanan Pangan
Meskipun terdapat rencana gencatan senjata yang sempat menurunkan harga minyak dunia, harga minyak mentah Brent tetap bertahan 30% lebih mahal dibandingkan sebelum pecahnya konflik pada akhir Februari. Kondisi ini membuat biaya operasional harian satu traktor yang sebelumnya hanya membutuhkan £200 kini membengkak menjadi hampir £400 per hari.
Para pemilik peternakan di Devon dan Dartmoor menyuarakan kekhawatiran serupa. Mereka menegaskan bahwa tidak seperti sektor industri lain, harga komoditas daging sapi dan domba tidak bisa naik secara instan untuk menutupi biaya solar dan pupuk yang meroket. Hal ini menyebabkan margin keuntungan menipis dan mengancam keberlangsungan sistem ketahanan pangan nasional.
“Kami tidak bisa bekerja tanpa bahan bakar. Penurunan tarif pajak akan menjadi langkah awal yang sangat membantu untuk meringankan tagihan harian petani yang sangat besar.”
— Ashley Jones, Ketua NFU Cornwall
Respon Pemerintah dan Pemantauan Harga Solar Merah
Menanggapi tekanan dari industri pertanian, pemerintah menyatakan telah memperpanjang pemotongan pajak bahan bakar sebesar 5p hingga September mendatang. Otoritas terkait juga tengah memantau transparansi harga “solar merah” (bahan bakar khusus pertanian) guna memastikan pasar berfungsi secara adil dan bebas dari praktik spekulasi yang merugikan.
Pemerintah berkomitmen untuk bertindak “cepat dan tepat” dalam melindungi industri dalam negeri, mengingat volatilitas ini tidak hanya berdampak pada finansial petani saat ini, tetapi juga mempengaruhi minat generasi muda untuk tetap bertahan di sektor pertanian yang penuh ketidakpastian.
Sumber Informasi Internasional:














