KENDARI – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kendari bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara resmi menggelar rekonsiliasi prelist Statistical Business Register (SBR). Kegiatan ini merupakan bagian dari penyelarasan basis data usaha nasional yang dilaksanakan pada 31 Maret 2026 sebagai persiapan menyambut Sensus Ekonomi 2026.
Kepala KPP Pratama Kendari, Calvin Octo Pangaribuan, menjelaskan bahwa kolaborasi ini sangat krusial untuk membenahi perbedaan klasifikasi dan potensi duplikasi data. Dengan informasi yang lebih presisi, negara dapat membaca realitas ekonomi daerah secara lebih akurat guna merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
Sinergi Data Lintas Instansi Menuju Sensus Ekonomi 2026
Rekonsiliasi ini melibatkan lebih dari 25 peserta dari berbagai instansi, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tenggara. Fokus utama pertemuan ini adalah menyamakan cara pandang antar-instansi dalam membaca aktivitas ekonomi daerah. Data yang selaras akan memudahkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam melakukan pengawasan kepatuhan yang lebih terarah dan proporsional.
Bagi BPS, kualitas sensus sangat ditentukan oleh kualitas data awal. “Sinergi dengan KPP Pratama Kendari menjadi hal yang penting untuk memastikan Statistical Business Register makin akurat dan mutakhir,” ujar Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto. Kualitas data yang baik diharapkan mampu mendorong sistem perpajakan yang lebih adil dan berbasis data nyata.
“Rekonsiliasi ini tak sekadar menyandingkan data, tapi juga menyamakan cara pandang antar-instansi. Dengan data akurat, administrasi perpajakan dapat mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.”
— Calvin Octo Pangaribuan, Kepala KPP Pratama Kendari
Profil Wajib Pajak Kendari Berdasarkan Klasifikasi Usaha
Dalam pemaparannya, KPP Pratama Kendari mengungkapkan struktur wajib pajak di wilayah tersebut hingga Maret 2026. Tercatat ada 162.604 wajib pajak aktif yang terbagi ke dalam beberapa sektor utama. Berikut adalah rincian profil wajib pajak aktif di Sulawesi Tenggara:
- Total Wajib Pajak: 162.604 (18.217 Badan dan 144.387 Orang Pribadi).
- Sektor Pertanian & Perikanan: Mencapai 15.795 wajib pajak aktif.
- Sektor Perdagangan & Reparasi: Tercatat sebanyak 12.717 wajib pajak aktif.
- Dominasi Kategori: Sebanyak 107.605 wajib pajak berasal dari kategori pejabat negara, karyawan, pensiunan, hingga mereka yang tidak bekerja.
Melalui pemadanan data ini, KPP Pratama Kendari optimistis dapat memperkuat basis pajak di wilayah Sulawesi Tenggara. Langkah ini tidak hanya untuk mengoptimalkan penerimaan daerah, tetapi juga sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kesuksesan Sensus Ekonomi 2026 yang akan datang.
