website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Sunday, 4 October 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Pedagang Online Mulai Dipungut PPh 0,5 Persen per 1 Oktober 2026

agni fatya kholila by agni fatya kholila
October 4, 2026
in Nasional
0 0
0
Pedagang Online Mulai Dipungut PPh 0,5 Persen per 1 Oktober 2026
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Pedagang dalam negeri yang berjualan lewat empat marketplace besar kini dipungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5 persen dari omzetnya. Menurut Direktorat Jenderal Pajak (DJP), aturan itu berjalan sejak 1 Oktober 2026, sekitar sebulan lebih awal dari tenggat masa penyesuaian yang semula jatuh pada 31 Oktober 2026.

Empat Pemungut dan Tarif yang Berlaku

Yang bertindak sebagai pemungut adalah empat penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang ditetapkan lewat Keputusan Direktur Jenderal Pajak pada 24 September 2026. Mereka adalah PT Shopee International Indonesia, PT Global Digital Niaga Tbk, PT Tokopedia, dan PT Ecart Webportal Indonesia.

Dasar hukumnya adalah PMK Nomor 37 Tahun 2025. Tarif 0,5 persen dikenakan atas peredaran bruto atau omzet pedagang, di luar PPN dan PPnBM. Pungutan terjadi bersamaan dengan transaksi di platform, sehingga DJP menilai urusan administrasi pajak pedagang menjadi lebih ringkas.

Baca Juga:
PP 20/2026 Pertahankan Omzet Rp500 Juta Tak Kena PPh bagi UMKM Orang Pribadi

Omzet sampai Rp500 Juta Dikecualikan

Wajib Pajak orang pribadi yang omzetnya tidak melebihi Rp500 juta dalam satu tahun pajak tidak dipungut oleh marketplace. Syaratnya, pedagang sudah menyampaikan surat pernyataan sesuai ketentuan. DJP menyebut pengecualian ini sebagai bentuk kemudahan bagi pelaku usaha kecil.

Bukan Pajak Baru, dan Bisa Dikreditkan

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak menambah jenis pajak bagi pedagang. Isinya hanya cara memungut kewajiban yang sudah ada sebelumnya. Dengan keterlibatan marketplace, DJP berharap pelaku usaha lebih mudah memenuhi kewajiban, lebih tertib, dan lebih terjamin kepastiannya.

PPh Pasal 22 yang sudah dipungut dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak pada tahun berjalan. Pedagang juga bisa memakainya sebagai bagian dari pelunasan PPh Final, sesuai peraturan perundang-undangan.

Mengapa Jadwal Dimajukan

Pemerintah awalnya memberi waktu penyesuaian sampai 31 Oktober 2026 dengan menimbang kondisi ekonomi masyarakat dan kesiapan penerapan kebijakan. Hasil evaluasi, ditambah kesiapan sistem dan administrasi para penyelenggara marketplace, kemudian membuat pemerintah menetapkan 1 Oktober 2026 sebagai awal pemungutan.

Bimo menegaskan bahwa perubahan waktu ini merupakan bagian dari evaluasi dan tidak menyentuh substansi PMK 37/2025. Ia menyatakan DJP akan terus memastikan pelaksanaannya berjalan baik serta memberi kepastian dan kemudahan bagi pedagang.

Baca Juga:
Revisi PTKP Disiapkan untuk 2027, Pemerintah Hitung Ulang Berdasarkan Inflasi

Sumber: Siaran pers DJP; PMK Nomor 37 Tahun 2025.

agni fatya kholila

agni fatya kholila

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Tata Cara Pelaporan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Status Nihil Menggunakan Coretax Form

April 30, 2026
SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

4
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
Banjir Aturan Baru DJP: Dari Pedoman MAP, Pengaduan, hingga Insentif Magang

DJP Bongkar Sindikat ‘Desa’ Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp180 Miliar

4
Pedagang Online Mulai Dipungut PPh 0,5 Persen per 1 Oktober 2026

Pedagang Online Mulai Dipungut PPh 0,5 Persen per 1 Oktober 2026

October 4, 2026
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

October 4, 2026
PP 20/2026 Pertahankan Omzet Rp500 Juta Tak Kena PPh bagi UMKM Orang Pribadi

PP 20/2026 Pertahankan Omzet Rp500 Juta Tak Kena PPh bagi UMKM Orang Pribadi

October 3, 2026
Diskon PBB-P2 Sumenep hingga 95%, Berlaku Oktober

Diskon PBB-P2 Sumenep hingga 95%, Berlaku Oktober

October 4, 2026

Recent News

Pedagang Online Mulai Dipungut PPh 0,5 Persen per 1 Oktober 2026

Pedagang Online Mulai Dipungut PPh 0,5 Persen per 1 Oktober 2026

October 4, 2026
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

October 4, 2026
PP 20/2026 Pertahankan Omzet Rp500 Juta Tak Kena PPh bagi UMKM Orang Pribadi

PP 20/2026 Pertahankan Omzet Rp500 Juta Tak Kena PPh bagi UMKM Orang Pribadi

October 3, 2026
Diskon PBB-P2 Sumenep hingga 95%, Berlaku Oktober

Diskon PBB-P2 Sumenep hingga 95%, Berlaku Oktober

October 4, 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version