Pajak tersembunyi (stealth tax) NI sebesar £520 bagi yang berpenghasilan £40.000.

LONDON – Menteri Keuangan Inggris dituduh memberlakukan stealth tax atau pajak tersembunyi melalui perubahan batas penghasilan untuk kontribusi National Insurance (NI) yang dapat menambah beban hingga £520 per tahun bagi pekerja dengan penghasilan sekitar £40.000.

Kebijakan tersebut tidak disebutkan secara jelas dalam pidato anggaran yang disampaikan Menteri Keuangan Alistair Darling. Namun, batas penghasilan untuk kontribusi NI dinaikkan sebesar £100 per minggu menjadi £770 per minggu, jauh di atas tingkat inflasi.

Analis menilai perubahan ini akan paling berdampak pada pekerja kelas menengah, terutama mereka yang tinggal di London.

Perubahan batas penghasilan National Insurance dinilai sebagai “pajak tersembunyi” yang tidak dijelaskan secara terbuka kepada publik.

Kenaikan kontribusi NI tersebut diperkirakan akan menghasilkan tambahan penerimaan hampir £2 miliar per tahun bagi Departemen Keuangan Inggris.

Kelas Menengah Paling Terdampak

Kritikus menilai kebijakan ini semakin menekan kelas menengah yang sebelumnya juga telah menghadapi berbagai kenaikan biaya hidup.

Selain kontribusi NI, pemerintah juga menaikkan pajak kendaraan dan pajak alkohol sebagai bagian dari kebijakan fiskal untuk menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Darling mempertahankan kebijakan tersebut dengan menyatakan bahwa langkah itu diperlukan untuk menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat.

“Kita akan memasuki periode yang sulit bagi perekonomian.”


— Alistair Darling

Ia juga menjelaskan bahwa kenaikan pajak kendaraan bertujuan mendorong masyarakat memilih kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Di sisi lain, kenaikan pajak alkohol disebut sebagai kebijakan yang dianggap tepat setelah melalui kajian pemerintah.

Kritik dari Ekonom dan Oposisi

Sejumlah ekonom dan politisi oposisi menilai kebijakan tersebut sebagai langkah fiskal yang kurang transparan.

Direktur eksekutif lembaga pemikir ekonomi Centre for Economics and Business Research (CEBR) Mark Pragnell menyebut perubahan NI tersebut sebagai pajak tersembunyi yang tidak disampaikan secara jelas kepada masyarakat.

Menurutnya, dampak kebijakan ini akan lebih terasa di London karena banyak pekerja di wilayah tersebut memiliki penghasilan di atas £40.000 per tahun.

Sementara itu, Menteri Keuangan Bayangan dari Partai Konservatif George Osborne menilai pemerintah telah melakukan kesalahan ekonomi besar dengan menaikkan pajak di tengah perlambatan ekonomi.

Ia menilai kebijakan tersebut justru membebani keluarga dan pelaku usaha ketika banyak negara lain memilih menurunkan pajak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tekanan Biaya Hidup Semakin Besar

Kenaikan kontribusi NI ini juga muncul bersamaan dengan berbagai tekanan biaya hidup lainnya, seperti kenaikan pajak daerah, biaya hipotek yang lebih tinggi, serta lonjakan tagihan energi.

Para pengamat menilai kombinasi kebijakan fiskal tersebut berpotensi memperberat beban ekonomi bagi rumah tangga kelas menengah di Inggris.

Sumber Terkait:

Exit mobile version