website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Tuesday, 3 November 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Menkeu Luncurkan ‘Lapor Pak Purbaya’, Warga Bisa Adukan Oknum Pajak & Bea Cukai

Johannes Albert by Johannes Albert
October 16, 2025
in Nasional
0 0
0
Pemeriksaan Acak Jalur Hijau, Purbaya Pastikan Perdagangan Tetap Lancar
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
JAKARTA – Dalam upaya memperkuat integritas aparatur fiskal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi meluncurkan kanal pengaduan publik bernama “Lapor Pak Purbaya” yang dapat diakses melalui WhatsApp. Layanan ini disediakan khusus untuk menerima laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) maupun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Mulai Rabu (15/10/2025), kanal pengaduan ini resmi beroperasi dan dapat dihubungi melalui nomor WhatsApp 0822-4040-6600. Masyarakat, wajib pajak, maupun pengguna jasa kepabeanan kini dapat melaporkan langsung segala bentuk penyimpangan yang dilakukan aparat pajak dan bea cukai.

“Nomor ini buat publik yang punya keluhan terhadap masalah pajak atau pegawai pajak atau pegawai bea cukai yang ngaco, yang menurut mereka ngaco,”

— Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan

Purbaya menjelaskan, setiap laporan yang masuk akan dikelola oleh tim khusus di bawah Kementerian Keuangan. Namun, ia menegaskan bahwa pesan yang dikirim tidak akan langsung dibalas karena proses tindak lanjut dilakukan secara sistematis, mulai dari penyaringan hingga validasi laporan.

“WhatsApp-nya sudah aktif hari ini. Silakan kirim semua aduan ke sana. Sistemnya kami desain untuk membalas otomatis, tapi proses penanganannya akan dilakukan bertahap setelah diverifikasi,” ujar Purbaya di Kantor DJP, Jakarta.

Validasi Aduan untuk Pastikan Akurasi

Purbaya menjelaskan, sebelum ditindaklanjuti, setiap pesan yang masuk akan diverifikasi terlebih dahulu. Tim akan memilah aduan berdasarkan jenis pelanggaran dan tingkat risikonya. Tujuannya agar laporan yang signifikan dan berbasis bukti dapat segera ditindaklanjuti secara profesional.

“Kami akan memvalidasi dulu mana laporan yang benar-benar aduan, bukan sekadar pertanyaan atau keluhan iseng. Setelah valid, baru kami follow up sampai selesai.”

— Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya menegaskan bahwa kanal ini bukan hanya simbol transparansi, tetapi juga bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan birokrasi yang bersih. Ia memastikan, setiap laporan yang terbukti benar akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum dan kode etik pegawai.

Langkah Tegas terhadap Oknum dan Laporan Palsu

Purbaya menyebut, sistem Lapor Pak Purbaya juga akan menindaklanjuti laporan palsu. Jika terbukti ada laporan yang tidak benar, pihak pelapor juga dapat dikenakan sanksi hukum sesuai aturan yang berlaku. Sebaliknya, jika laporan valid dan terbukti, maka pegawai yang bersalah akan diberi konsekuensi tegas.

Baca juga: Optimalisasi Pajak: Ratusan Pemda Siap Bertukar Data dengan DJP

“Kita lihat dulu apa masalahnya. Kalau petugasnya yang salah, kita tindak petugasnya. Tapi kalau yang ngelapor yang salah, kita proses pelapornya. Kita akan ikuti setiap laporan sesuai mekanisme dan fakta yang ada,” tegas Purbaya.

Langkah Reformasi dan Pengawasan Internal

Program “Lapor Pak Purbaya” menjadi bagian dari agenda besar reformasi birokrasi Kementerian Keuangan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap pegawai pajak dan bea cukai bekerja dengan standar etika yang tinggi, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi fiskal.

Dengan adanya kanal pelaporan langsung ini, diharapkan transparansi, akuntabilitas, dan kecepatan respon pemerintah terhadap laporan publik semakin meningkat. Purbaya juga mengajak masyarakat untuk menggunakan kanal ini secara bijak dan bertanggung jawab.

Sumber terkait

  • Kementerian Keuangan Republik Indonesia
  • Kemenkeu – Publikasi dan Rilis Resmi
  • Direktorat Jenderal Pajak – Reformasi dan Pengawasan
Johannes Albert

Johannes Albert

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Ketentuan Baru Pelaporan Struktur Manajemen Perusahaan dalam Coretax.

April 30, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

18
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

10
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

6
Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

5
DJP Libatkan Aparat Wilayah dalam Pengawasan Pajak, Apa Batas Tugasnya?

DJP Libatkan Aparat Wilayah dalam Pengawasan Pajak, Apa Batas Tugasnya?

November 3, 2026
GIR MCAA Buka Pertukaran Data Pajak Global Indonesia Mulai 2027

GIR MCAA Buka Pertukaran Data Pajak Global Indonesia Mulai 2027

November 3, 2026
Pembalut Kena PPN 11%, Kadin Beri Pesan ke Pemerintah

Pembalut Kena PPN 11%, Kadin Beri Pesan ke Pemerintah

November 3, 2026
Fasilitas Pajak PFII: Penghasilan dari Luar Negeri Bisa Dikecualikan

Fasilitas Pajak PFII: Penghasilan dari Luar Negeri Bisa Dikecualikan

November 3, 2026

Recent News

DJP Libatkan Aparat Wilayah dalam Pengawasan Pajak, Apa Batas Tugasnya?

DJP Libatkan Aparat Wilayah dalam Pengawasan Pajak, Apa Batas Tugasnya?

November 3, 2026
GIR MCAA Buka Pertukaran Data Pajak Global Indonesia Mulai 2027

GIR MCAA Buka Pertukaran Data Pajak Global Indonesia Mulai 2027

November 3, 2026
Pembalut Kena PPN 11%, Kadin Beri Pesan ke Pemerintah

Pembalut Kena PPN 11%, Kadin Beri Pesan ke Pemerintah

November 3, 2026
Fasilitas Pajak PFII: Penghasilan dari Luar Negeri Bisa Dikecualikan

Fasilitas Pajak PFII: Penghasilan dari Luar Negeri Bisa Dikecualikan

November 3, 2026

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version