Menahan Gelombang SBN, Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh Lambat ke US$ 431,9 Miliar

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2025 sebesar US$431,9 miliar, tumbuh sekitar 2% (yoy). Laju ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 4,2%. BI menilai perlambatan terutama dipengaruhi oleh moderasi aliran modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

“Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan aliran masuk modal asing pada SBN seiring ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.”

— Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI (16/10/2025)

BI menjelaskan, dinamika ULN bulan laporan banyak dipengaruhi dua faktor: (i) melambatnya pertumbuhan ULN sektor publik dan (ii) kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta. Di sisi lain, struktur ULN nasional dinilai tetap sehat berkat porsi utang jangka panjang yang dominan serta rasio ULN terhadap PDB yang terjaga.

Baca juga: Ekonomi Indonesia Bangkit di Tahun Pertama Kepemimpinan Prabowo–Gibran

ULN Pemerintah: Fokus Kesehatan dan Pendidikan

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung jasa kesehatan & kegiatan sosial (pangsa 23,4% dari total ULN pemerintah) dan jasa pendidikan (17,2%). BI menegaskan 99,9% dari posisi ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang, sehingga profil jatuh tempo relatif lebih aman.

BI menekankan bahwa ULN sebagai instrumen pembiayaan APBN dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel. Pemanfaatannya diarahkan untuk program prioritas yang mendorong keberlanjutan dan penguatan fondasi ekonomi nasional.

Baca juga: ADB Kucurkan USD 500 Juta untuk Daya Saing & Ekonomi Hijau Indonesia

ULN Swasta: Lanjut Kontraksi

Berbeda dengan pemerintah, ULN swasta melanjutkan kontraksi. Posisi ULN swasta tercatat US$194,2 miliar, turun 1,1% (yoy) pada Agustus 2025. Secara rinci, nonfinancial corporations berkontraksi 1,6%, sementara financial corporations masih tumbuh namun melambat menjadi 0,8%.

Kontraksi ULN swasta sejalan dengan strategi korporasi mengelola liabilitas valas secara hati-hati, termasuk melalui pelunasan utang jangka pendek dan penjadwalan ulang pembiayaan eksternal.

Struktur Tetap Sehat: Rasio ke PDB 30,0%

Secara keseluruhan, struktur ULN Indonesia tetap terjaga. Rasio ULN terhadap PDB berada di 30,0% pada Agustus 2025, relatif stabil dibanding 29,9% pada Juli 2025. Dominasi ULN jangka panjang juga kuat, dengan pangsa 85,9% dari total ULN, mencerminkan risiko pembiayaan jangka pendek yang terbatas.

Ke depan, BI bersama pemerintah akan memperkuat koordinasi untuk memantau perkembangan ULN dan memastikan pemanfaatannya semakin efektif untuk menopang pembiayaan pembangunan serta menjaga stabilitas makroekonomi.

Baca juga: PPh Pesangon dan Pensiun Digugat ke MK, Pemerintah Optimistis Menang

Menjaga Daya Tahan di Tengah Ketidakpastian Global

BI menegaskan akan terus mengoptimalkan peran ULN untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, seraya meminimalkan risiko yang berpotensi memengaruhi stabilitas perekonomian. Dalam kondisi global yang masih bergejolak, kehati-hatian dalam pengelolaan utang dan pendalaman pasar keuangan domestik menjadi kunci menjaga kepercayaan investor.

Sumber terkait

Exit mobile version