JAKARTA – Momentum bulan suci Ramadan tahun ini menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat portofolio investasi Anda secara aman dan berkah. Pemerintah Republik Indonesia secara resmi membuka masa penawaran instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri teranyar, yakni Sukuk Ritel SR024T3 dan SR024T5, mulai hari ini.
Kehadiran dua seri Sukuk Ritel ini bukan sekadar instrumen penopang strategi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Lebih dari itu, langkah penerbitan ini dirancang khusus guna memperdalam penetrasi pasar keuangan domestik, sekaligus menyodorkan alternatif instrumen investasi yang terjamin aman bagi masyarakat luas.
“Dalam rangka mendukung upaya pendalaman pasar keuangan domestik, pemerintah melakukan penjualan instrumen SBSN ritel kepada investor individu secara online (e-SBN).”
— Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR)
Kupon Tetap dan Tenor Beragam
Pemerintah memberikan ruang waktu yang cukup leluasa bagi masyarakat untuk berinvestasi, dengan masa penawaran yang terbentang mulai 6 Maret hingga 15 April 2026. Menariknya, instrumen berbasis syariah ini menjanjikan imbalan (kupon) bersifat tetap atau fixed coupon hingga tanggal jatuh tempo, sehingga investor tak perlu cemas akan fluktuasi pasar.
Bagi Anda yang menyukai investasi jangka menengah, seri SR024T3 yang memiliki tenor tiga tahun menyuguhkan tingkat imbal hasil sebesar 5,55 persen. Sementara itu, untuk instrumen bertenor lebih panjang, seri SR024T5 yang berdurasi lima tahun menawarkan kupon yang lebih menggiurkan, yakni 5,90 persen. Kedua seri ini merupakan obligasi negara tanpa warkat yang berstatus sangat likuid alias dapat diperdagangkan sewaktu-waktu di pasar sekunder.
Kenali Karakteristiknya: DJPPR mengimbau keras agar sebelum menekan tombol pemesanan, setiap calon investor telah membaca dan memahami secara saksama memorandum informasi Sukuk Ritel Seri SR024T3 dan SR024T5.
Modal Terjangkau dengan Keistimewaan Pajak
Instrumen ini dirancang sangat ramah kantong bagi investor ritel maupun pemula. Anda sudah bisa mulai mengunci pemesanan hanya dengan modal Rp1 juta. Pemerintah mematok limit maksimal pembelian sebesar Rp5 miliar untuk SR024T3, dan Rp10 miliar untuk SR024T5. Proses pemesanannya pun 100 persen daring melalui 32 mitra distribusi resmi, mencakup empat tahap ringkas: registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi kepemilikan.
Satu lagi keunggulan absolut berinvestasi pada Surat Berharga Negara (SBN) adalah tarif pajaknya yang sangat efisien. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2021, pemerintah telah memangkas tarif Pajak Penghasilan (PPh) final atas bunga SBN bagi wajib pajak orang pribadi dalam negeri dari yang sebelumnya 15 persen menjadi hanya 10 persen.
Bila disandingkan dengan instrumen penempatan dana lainnya, seperti deposito perbankan yang mengenakan potongan PPh final hingga 20 persen, berinvestasi di Sukuk Ritel tentu memberikan imbal hasil bersih yang jauh lebih optimal bagi portofolio keuangan Anda.
