INGGRIS – Asosiasi perdagangan Offshore Energies UK (OEUK) mengeluarkan peringatan keras bahwa Inggris secara mendesak perlu meningkatkan produksi minyak dan gas domestik. Langkah ini dinilai krusial untuk menghindari ketergantungan pada impor di tengah ketidakstabilan global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Menurut OEUK, minyak dan gas saat ini masih memenuhi sekitar 75% kebutuhan energi Inggris. Tanpa adanya dukungan pemerintah terhadap eksplorasi di Laut Utara, masyarakat dinilai rentan terhadap lonjakan harga internasional. Saat ini, harga minyak global dilaporkan telah melonjak lebih dari 30% akibat krisis geopolitik tersebut.
Debat Keamanan Energi: Produksi Domestik vs Energi Terbarukan
Pemerintah Partai Buruh melalui Menteri Energi Ed Miliband menegaskan bahwa solusi jangka panjang adalah beralih ke energi bersih yang dikendalikan sendiri. Pemerintah tetap mempertahankan larangan penerbitan lisensi baru di Laut Utara dengan argumen bahwa minyak hasil ekstraksi domestik tetap akan dijual di pasar internasional dengan harga global, sehingga tidak otomatis menurunkan tagihan masyarakat.
Namun, pihak oposisi dari Partai Konservatif menyebut kebijakan larangan tersebut sebagai “tindakan gila” di tengah krisis pasokan gas. Mereka mendesak pemerintah untuk menyetujui ladang minyak baru di Skotlandia dan menghentikan Pajak Keuntungan Energi (EPL) demi menjaga ketahanan energi nasional.
“Sangat mendesak bagi kita untuk memiliki pasokan energi yang lebih besar dan diproduksi secara domestik. Minyak dan gas akan tetap menjadi bagian kritis dari ekonomi Inggris selama puluhan tahun ke depan.”
— David Whitehouse, Kepala Eksekutif OEUK
Reformasi Pajak dan Potensi Investasi Sektor Energi
Industri energi juga mendesak agar Pajak Keuntungan Energi (EPL) yang saat ini mencapai 38% segera digantikan dengan Mekanisme Harga Minyak dan Gas (OGPM). Melalui skema baru ini, beban pajak perusahaan akan bervariasi antara 40% saat harga rendah hingga 75% saat harga tinggi, lebih rendah dari tarif pajak keseluruhan saat ini yang mencapai 78%.
OEUK mengklaim reformasi perpajakan ini dapat membuka potensi investasi baru sebesar £50 miliar. Berikut adalah poin utama tuntutan industri:
- Peninjauan Lisensi: Meminta pemerintah mencabut larangan eksplorasi minyak dan gas lepas pantai.
- Mekanisme OGPM: Mengganti pajak keuntungan tak terduga dengan sistem berbasis ambang batas harga ($90 per barel).
- Kepastian Investasi: Memberikan stabilitas fiskal untuk menarik kembali pengembang ke wilayah Laut Utara.
Meski industri terus menekan, aktivis lingkungan seperti Greenpeace memperingatkan bahwa pemberian izin baru hanya akan memaksimalkan keuntungan perusahaan bahan bakar fosil tanpa memberikan dampak nyata bagi penurunan biaya hidup masyarakat.
