website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Tuesday, 3 November 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Gencarkan Penagihan Aktif, Kanwil DJP Jaksel II Blokir 60 Rekening

Yesaya Dapot Tua Sitompul by Yesaya Dapot Tua Sitompul
June 3, 2026
in Nasional
0 0
0
Gencarkan Penagihan Aktif, Kanwil DJP Jaksel II Blokir 60 Rekening
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Otoritas fiskal nasional terus memperketat pengawasan dan mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap para pelaku usaha maupun perorangan yang mengabaikan kewajiban perpajakannya. Langkah nyata ini dibuktikan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan II yang bergerak masif melancarkan operasi penagihan aktif secara serentak di wilayah Jakarta.

Dalam operasi pabean domestik yang digelar pada Rabu (13/5/2026) tersebut, tim juru sita pajak secara resmi melakukan pemblokiran terhadap 60 rekening bank milik para penunggak pajak yang dinilai tidak kooperatif. Langkah pengamanan aset penanggung pajak ini dieksekusi dengan jangkauan luas yang tersebar di 17 institusi perbankan nasional, mencakup jajaran bank milik negara (Himbara) maupun bank swasta.

Baca Juga: Pemerintah Terus Sederhanakan Regulasi Demi Dorong Kemudahan Berusaha

Tunggakan Triliunan Rupiah demi Mengamankan Penerimaan Negara

Eksekusi pemblokiran rekening secara serentak ini terpaksa ditempuh otoritas perpajakan guna menindaklanjuti adanya tumpukan kewajiban logistik fiskal yang belum diselesaikan oleh para wajib pajak. Berdasarkan catatan resmi dari tim penegakan hukum, akumulasi nilai utang pajak yang menjadi dasar tindakan sita mandiri digital ini menembus angka fantastis, yakni lebih dari Rp1,07 triliun.

Tindakan pembekuan saldo perbankan ini merupakan bagian dari upaya hukum strategis negara untuk mengamankan penerimaan dari sektor perpajakan. Kepala Kanwil DJP Jakarta Selatan II, Imam Arifin, menyatakan bahwa operasi represif ini menjadi bukti nyata bahwa DJP berkomitmen penuh dalam menjaga penegakan hukum tetap konsisten, adil, dan transparan bagi seluruh lapisan pelaku usaha.

“Kegiatan blokir serentak ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menegakkan hukum perpajakan secara tegas namun tetap profesional,” urai Imam Arifin pada Rabu (13/5/2026).

Imam menjelaskan bahwa tindakan pembekuan aset keuangan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas terhadap iklim perpajakan di Indonesia. Menurut pandangannya, penegakan hukum pabean yang tanpa pandang bulu ini mampu menimbulkan efek jera (*deterrent effect*) yang kuat bagi para penunggak pajak, sekaligus memicu peningkatan kesadaran formal dan kepatuhan sukarela dari wajib pajak lainnya.

Baca Juga: Menkeu Luncurkan Lapor Pak Purbaya, Warga Bisa Adukan Oknum Pajak & Bea Cukai

Kronologi Prosedur Administrasi Sebelum Sita Aset Keuangan

Lebih lanjut, pihak otoritas mengungkapkan bahwa pemblokiran rekening bank bukanlah langkah pertama yang diambil secara instan oleh petugas fiskal di lapangan. Meskipun pemblokiran rekening menempati posisi krusial dalam skema penagihan aktif yang dijalankan oleh DJP, terdapat rangkaian prosedur administrasi formal yang wajib dilewati terlebih dahulu secara berjenjang.

Baca Juga: Harmonisasi Aturan, Pemerintah Rilis PP 43/2025 Soal Pelaporan Keuangan

Sebelum sampai pada tahap pembekuan saldo perbankan, DJP dipastikan telah menempuh upaya penagihan persuasif terlebih dahulu. Petugas akan melayangkan surat teguran resmi kepada wajib pajak badan maupun perorangan yang bersangkutan. Apabila tenggat waktu diabaikan, proses hukum akan ditingkatkan dengan penerbitan Surat Paksa yang memiliki kekuatan eksekutorial langsung.

Jika draf dokumen Surat Paksa tersebut tetap tidak direspons secara kooperatif dan utang pokok tidak kunjung dilunasi dalam waktu 2×24 jam, maka juru sita pajak berwenang penuh untuk melangkah ke tahap penyitaan aset finansial. Otoritas mengimbau para pelaku usaha agar memanfaatkan saluran komunikasi digital yang ada serta segera melunasi utang pajak mereka sebelum sistem pabean melakukan pembekuan permanen atas seluruh aset operasional perusahaan.

Sumber Terkait:

  • Direktorat Jenderal Pajak RI
Yesaya Dapot Tua Sitompul

Yesaya Dapot Tua Sitompul

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Ketentuan Baru Pelaporan Struktur Manajemen Perusahaan dalam Coretax.

April 30, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

18
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

10
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

6
Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

5
DJP Libatkan Aparat Wilayah dalam Pengawasan Pajak, Apa Batas Tugasnya?

DJP Libatkan Aparat Wilayah dalam Pengawasan Pajak, Apa Batas Tugasnya?

November 3, 2026
GIR MCAA Buka Pertukaran Data Pajak Global Indonesia Mulai 2027

GIR MCAA Buka Pertukaran Data Pajak Global Indonesia Mulai 2027

November 3, 2026
Pembalut Kena PPN 11%, Kadin Beri Pesan ke Pemerintah

Pembalut Kena PPN 11%, Kadin Beri Pesan ke Pemerintah

November 3, 2026
Fasilitas Pajak PFII: Penghasilan dari Luar Negeri Bisa Dikecualikan

Fasilitas Pajak PFII: Penghasilan dari Luar Negeri Bisa Dikecualikan

November 3, 2026

Recent News

DJP Libatkan Aparat Wilayah dalam Pengawasan Pajak, Apa Batas Tugasnya?

DJP Libatkan Aparat Wilayah dalam Pengawasan Pajak, Apa Batas Tugasnya?

November 3, 2026
GIR MCAA Buka Pertukaran Data Pajak Global Indonesia Mulai 2027

GIR MCAA Buka Pertukaran Data Pajak Global Indonesia Mulai 2027

November 3, 2026
Pembalut Kena PPN 11%, Kadin Beri Pesan ke Pemerintah

Pembalut Kena PPN 11%, Kadin Beri Pesan ke Pemerintah

November 3, 2026
Fasilitas Pajak PFII: Penghasilan dari Luar Negeri Bisa Dikecualikan

Fasilitas Pajak PFII: Penghasilan dari Luar Negeri Bisa Dikecualikan

November 3, 2026

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version