website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Thursday, 5 November 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

DPR Wanti-wanti Penambahan Layer CHT Tekan Produsen SKT!

Muhammad Naufal Arya Saka by Muhammad Naufal Arya Saka
February 3, 2026
in Nasional
0 0
0
DPR Wanti-wanti Penambahan Layer CHT Tekan Produsen SKT!
0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR) menilai rencana pemerintah menambah lapisan tarif cukai hasil tembakau (CHT) berisiko menekan kinerja produsen sigaret kretek tangan (SKT). Kebijakan tersebut dikhawatirkan berdampak langsung pada keberlangsungan industri padat karya yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Anggota Baleg DPR Sofwan Dedy Ardyanto mengingatkan, tekanan berkelanjutan akibat kebijakan tarif baru dapat berujung pada penutupan usaha hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya, SKT selama ini menjadi penopang utama lapangan kerja di sektor tembakau.

“Kebijakan tersebut berpotensi memicu ketidakstabilan pasar dan berdampak buruk terhadap kelangsungan industri padat karya, khususnya SKT yang selama ini penopang serapan tenaga kerja.”

— Sofwan Dedy Ardyanto

Baca Juga: Tarif Listrik dan Emas Dorong Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55 Persen

Risiko Downtrading di Tengah Daya Beli

Sofwan berpandangan daya beli masyarakat saat ini belum sepenuhnya pulih. Penambahan lapisan tarif CHT dengan level lebih murah dari SKT berpotensi mendorong downtrading, yakni pergeseran konsumsi ke rokok yang lebih terjangkau.

Ia menilai, jika struktur cukai baru membuat harga sigaret kretek mesin (SKM) tidak lagi terpaut jauh dari SKT, konsumen dapat beralih ke SKM. Kondisi tersebut berisiko menggerus permintaan SKT dan mengancam keberlangsungan produsen.

Baca Juga: Didanai Pajak, Prabowo Klaim MBG Serap 1 Juta Tenaga Kerja Nasional

Menurut Sofwan, penurunan permintaan yang berkelanjutan berpotensi memicu gelombang PHK di industri SKT yang sangat bergantung pada tenaga manusia. Ia menilai risiko tersebut perlu menjadi pertimbangan utama sebelum kebijakan diterapkan.

Target Penerimaan Cukai Ikut Disorot

Dampak downtrading tidak hanya berpengaruh pada struktur industri, tetapi juga terhadap penerimaan negara. Sofwan menyoroti target penerimaan CHT 2026 yang ditetapkan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Penerimaan CHT pada 2026 dipatok sebesar Rp225,73 triliun, turun 1,89% dari target 2025 senilai Rp230,09 triliun. Sementara itu, target penerimaan cukai secara keseluruhan pada 2026 ditetapkan Rp243,53 triliun, lebih rendah 0,6% dari target 2025 sebesar Rp244,98 triliun.

Baca Juga: Tak Lapor SPT Tahunan, PKP Terancam Kehilangan Akses Faktur Pajak

Sofwan menilai penurunan target tersebut mencerminkan tantangan besar pada sisi konsumsi dan daya beli. Dalam kondisi demikian, penambahan lapisan cukai dinilai berpotensi menjadi langkah yang kontraproduktif bagi industri nasional.

Di sisi lain, pemerintah sebelumnya menyampaikan rencana penambahan lapisan baru tarif CHT untuk menarik produsen rokok ilegal masuk ke sistem legal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan lapisan tarif baru akan ditempatkan di antara SKT dan SKM.

Penjelasan Pemerintah: Tarif baru akan lebih tinggi dari SKT, tetapi lebih rendah dibandingkan SKM untuk memberi ruang transisi dari rokok ilegal ke legal.

Menurut Purbaya, kebijakan tersebut diharapkan mampu memperluas basis penerimaan cukai sekaligus menekan peredaran rokok ilegal, tanpa menimbulkan distorsi berlebihan di pasar.

Sumber Terkait:

  • Kementerian Keuangan RI
  • Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Muhammad Naufal Arya Saka

Muhammad Naufal Arya Saka

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Ketentuan Baru Pelaporan Struktur Manajemen Perusahaan dalam Coretax.

April 30, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

18
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

10
Evaluasi Insentif Pajak Jadi Kunci Hadapi Transformasi Industri

Evaluasi Insentif Pajak Jadi Kunci Hadapi Transformasi Industri

7
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

6
Pendapatan Negara 2026, Pemerintah Kejar Rp600 Triliun

Pendapatan Negara 2026, Pemerintah Kejar Rp600 Triliun

November 5, 2026
Pajak Mobil Listrik Thailand Naik Jadi 35% pada 2027

Pajak Mobil Listrik Thailand Naik Jadi 35% pada 2027

November 5, 2026
KSSK Petakan Risiko Global yang Membayangi Perekonomian Indonesia

KSSK Petakan Risiko Global yang Membayangi Perekonomian Indonesia

November 5, 2026
Pemutihan Pajak Banten Diperpanjang hingga Akhir 2026, Denda PKB Dihapus

Pemutihan Pajak Banten Diperpanjang hingga Akhir 2026, Denda PKB Dihapus

November 5, 2026

Recent News

Pendapatan Negara 2026, Pemerintah Kejar Rp600 Triliun

Pendapatan Negara 2026, Pemerintah Kejar Rp600 Triliun

November 5, 2026
Pajak Mobil Listrik Thailand Naik Jadi 35% pada 2027

Pajak Mobil Listrik Thailand Naik Jadi 35% pada 2027

November 5, 2026
KSSK Petakan Risiko Global yang Membayangi Perekonomian Indonesia

KSSK Petakan Risiko Global yang Membayangi Perekonomian Indonesia

November 5, 2026
Pemutihan Pajak Banten Diperpanjang hingga Akhir 2026, Denda PKB Dihapus

Pemutihan Pajak Banten Diperpanjang hingga Akhir 2026, Denda PKB Dihapus

November 5, 2026

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version