LONDON – Menjelang pemilihan lokal pada 7 Mei mendatang, lebih dari enam juta warga London kini menyoroti efektivitas layanan publik yang mereka terima. Isu utama yang menjadi perbincangan hangat adalah besaran pajak dewan kota (council tax) yang terus merangkak naik di tengah tekanan biaya hidup yang kian mencekik.
Berdasarkan hasil wawancara di jalanan ibu kota, banyak warga merasa keberatan dengan tarif pajak yang dianggap “selangit”. Sebagian besar responden mengeluhkan kenaikan tahunan tanpa adanya transparansi manfaat yang jelas bagi masyarakat luas. Namun, ada pula warga yang mengapresiasi upaya dewan dalam menangani masalah infrastruktur seperti perbaikan lubang jalan.
Alokasi Dana Pajak: Antara Layanan Sosial dan Keamanan Kota
Pajak dewan kota merupakan tulang punggung pendapatan daerah yang didistribusikan untuk berbagai sektor krusial. Sebagian dana dikelola oleh dewan lokal, sementara sebagian lainnya diserahkan kepada Otoritas London Raya untuk mendanai layanan skala kota besar, termasuk:
- Keamanan Publik: Mendanai Kepolisian Metropolitan dan Dinas Pemadam Kebakaran London.
- Infrastruktur Lokal: Pengumpulan sampah, penerangan jalan, pemeliharaan perpustakaan, hingga klub pemuda.
- Layanan Sosial: Fokus utama anggaran (70-80%) untuk layanan sosial dewasa dan perlindungan anak-anak sesuai undang-undang.
“Banyak dewan kota tidak punya pilihan selain menaikkan pajak hingga batas maksimum karena permintaan layanan sosial yang melonjak tajam sementara pendapatan daerah menurun.”
— Jonathan Carr-West, CEO Unit Informasi Pemerintahan Lokal
Tren Kenaikan Pajak Properti di London Mencapai Rekor Baru
Data terbaru menunjukkan rata-rata pajak dewan untuk properti kategori D di London tahun ini telah menyentuh angka £2.068. Angka ini mencatatkan kenaikan hampir £400 dalam kurun waktu lima tahun terakhir, yang memicu perdebatan mengenai efisiensi pengeluaran anggaran di tingkat wilayah mulai dari Havering hingga Hillingdon.
Kenaikan pajak ini menjadi tantangan besar bagi rumah tangga di London, terutama bagi mereka yang juga terdampak kenaikan tarif energi dan perumahan. Sejumlah pakar ekonomi dari London School of Economics memprediksi bahwa cara dewan kota mengelola dana ini akan menjadi faktor penentu kemenangan dalam pemilihan lokal mendatang.
