LONDON – Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves menghadapi tekanan yang semakin besar dari partai-partai oposisi untuk membatalkan rencana kenaikan pajak bahan bakar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Tarif pajak atas bensin dan solar dijadwalkan naik mulai September mendatang, seiring rencana pemerintah menghapus secara bertahap potongan pajak sebesar 5 pence per liter yang sebelumnya diberlakukan setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Namun, sejumlah partai oposisi seperti Reform UK, Partai Konservatif, dan Partai Liberal Demokrat menilai kenaikan pajak tersebut tidak tepat dilakukan di tengah konflik Iran yang berpotensi meningkatkan harga energi global.
Situasi di Timur Tengah dinilai menjadi “saat terburuk” untuk menaikkan pajak bahan bakar karena berpotensi menambah tekanan biaya hidup masyarakat.
Harga energi diketahui mengalami kenaikan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang memicu kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan energi global.
Usulan Pemotongan Pajak Hijau
Partai Reform UK bahkan mengusulkan serangkaian penghapusan pajak dan subsidi hijau untuk menutup biaya mempertahankan tarif pajak bahan bakar yang lebih rendah.
Usulan tersebut mencakup penghapusan subsidi pemerintah untuk mendorong pembelian pompa panas dan mobil listrik, serta pemangkasan subsidi sebesar £9,4 miliar untuk proyek penangkapan dan penyimpanan karbon dalam tiga tahun ke depan.
Dalam konferensi pers di sebuah stasiun bensin di Derbyshire, juru bicara Departemen Keuangan Reform UK Robert Jenrick menilai kondisi global saat ini membuat kenaikan pajak bahan bakar menjadi kebijakan yang tidak tepat.
Ia bahkan menyebut kebijakan pajak energi hijau pemerintah sebagai kebijakan yang “tidak masuk akal”.
Pemerintah Fokus Redakan Konflik
Menanggapi kritik tersebut, Rachel Reeves mengatakan langkah paling penting yang dapat dilakukan pemerintah saat ini untuk menjaga harga bahan bakar tetap stabil adalah membantu meredakan konflik di kawasan Timur Tengah.
Ia juga menyampaikan pemerintah baru-baru ini meluncurkan program yang memungkinkan pengemudi mendapatkan informasi harga bahan bakar secara real-time di stasiun pengisian, sehingga mereka dapat mencari harga yang paling murah.
Selain itu, Reeves juga membuka kemungkinan untuk menaikkan batas penggantian biaya perjalanan yang dapat diklaim pengemudi.
Saat ini, tarif biaya perjalanan yang dapat diklaim masih berada pada angka 45 pence per mil, yang terakhir kali ditetapkan pada tahun 2011.
Potongan Pajak Berlaku Sejak 2022
Potongan pajak bahan bakar sebesar 5 pence pertama kali diumumkan oleh Menteri Keuangan saat itu, Rishi Sunak, pada 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan lonjakan harga energi global.
Awalnya kebijakan tersebut hanya direncanakan berlaku selama 12 bulan, tetapi kemudian diperpanjang beberapa kali oleh pemerintah berikutnya.
Pemerintah Partai Buruh memperpanjang kebijakan tersebut kembali dalam anggaran tahun lalu, namun sekaligus merencanakan penghapusan bertahap mulai September 2026 hingga sepenuhnya dihapus pada Maret 2027.
Selama ini, kebijakan fiskal Inggris sebenarnya mengatur bahwa pajak bahan bakar seharusnya meningkat mengikuti inflasi, tetapi kebijakan tersebut tidak pernah diterapkan sejak 2011.
