website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Tuesday, 13 October 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Banjir Stimulus Jelang Lebaran 2026, Menko Airlangga Yakin Ekonomi Melesat 5,5 Persen

Muhammad Naufal Arya Saka by Muhammad Naufal Arya Saka
March 8, 2026
in Nasional
0 0
0
Banjir Stimulus Jelang Lebaran 2026, Menko Airlangga Yakin Ekonomi Melesat 5,5 Persen
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Pemerintah terus melakukan berbagai manuver taktis untuk menjadikan konsumsi dalam negeri sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Menjelang momentum hari raya, serangkaian program stimulus ekonomi telah disiapkan agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika pasar global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan bahwa pemerintah saat ini menaruh harapan besar pada ajang “Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026”. Kampanye ini didesain khusus untuk merangsang pengeluaran masyarakat sekaligus mendongkrak perputaran uang di sektor ritel domestik.

“Saya monitor BINA targetnya sekarang Rp53 triliun. Ini naik 20% dibandingkan tahun yang lalu, dan kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri.”

— Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian

Airlangga menjelaskan, program BINA Lebaran 2026 tidak main-main dalam pelaksanaannya. Digelar selama 25 hari penuh dari tanggal 6 hingga 30 Maret 2026, festival belanja ini menggandeng sekitar 380 perusahaan, 800 merek kenamaan, hingga lebih dari 80.000 gerai ritel yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Sokongan dari 400 pusat perbelanjaan yang berlomba menghadirkan promo dan diskon juga diyakini akan menjadi magnet penarik animo masyarakat.

Bansos Pangan hingga Insentif Transportasi Jadi Senjata Andalan

Tidak hanya bertumpu pada pesta diskon pusat perbelanjaan, jurus pemerintah dalam menjaga stabilitas pertumbuhan pada kuartal I/2026 juga menyentuh kelompok masyarakat akar rumput. Sebuah paket stimulus berupa bantuan pangan berskala masif telah dialokasikan senilai Rp11,92 triliun, menyasar sekitar 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Baca Juga: Tembus 250 Ribu SPT per Hari, Coretax DJP Buktikan Keandalan Jelang Tenggat Waktu

Lebih lanjut, pemerintah meluncurkan diskon tarif transportasi khusus pada periode mudik Lebaran. Kebijakan ini diperkuat dengan penerapan work from anywhere (WFA) yang memberikan keleluasaan mobilitas bagi para pekerja. Fleksibilitas ini diproyeksikan tidak hanya melancarkan arus mudik, tetapi juga mendistribusikan aktivitas ekonomi yang selama ini terpusat di kota besar menuju wilayah daerah.

Kucuran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pegawai negeri dan swasta tentu menjadi amunisi tambahan. Menariknya, angin segar juga berhembus bagi para mitra pengemudi penyedia layanan transportasi online yang akan menerima Bonus Hari Raya (BHR) dengan total akumulasi mencapai Rp220 miliar.

Kuartal Penentu: Momentum hari raya dinilai sangat krusial. Kuartal pertama ini harus didongkrak secara maksimal agar menciptakan fondasi pertumbuhan yang jauh melampaui capaian tahun lalu.

Seluruh injeksi stimulus ini membuat Airlangga sangat optimis mematok target pertumbuhan ekonomi di kuartal I/2026 pada level 5,5%. Angka ini diharapkan mampu menjadi landasan kuat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun yang dipatok sebesar 5,4%.
Di ujung pemaparannya, Airlangga menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak melupakan proteksi bagi industri produsen lokal. Mengingat tingginya geliat belanja, produsen dalam negeri diharapkan turut mengecap untung dan semakin agresif melakukan ekspansi. Bagaimanapun juga, populasi Indonesia yang menyentuh angka 287 juta jiwa adalah pangsa pasar terbesar di kawasan ASEAN yang potensinya harus dinikmati oleh pelaku industri nasional.

Sumber Terkait:

  • Situs Resmi Kemenko Perekonomian RI
  • Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Muhammad Naufal Arya Saka

Muhammad Naufal Arya Saka

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Tata Cara Pelaporan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Status Nihil Menggunakan Coretax Form

April 30, 2026
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

8
SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

4
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
DJP Perkuat Pengawasan Harta Wajib Pajak Kaya Lewat AI

DJP Perkuat Pengawasan Harta Wajib Pajak Kaya Lewat AI

October 13, 2026
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

October 13, 2026
DJP Kejar Rp750,1 Triliun demi Target Pajak 2026

DJP Kejar Rp750,1 Triliun demi Target Pajak 2026

October 13, 2026
Pendapatan Negara Tembus Rp2.341,5 Triliun per September

Pendapatan Negara Tembus Rp2.341,5 Triliun per September

October 13, 2026

Recent News

DJP Perkuat Pengawasan Harta Wajib Pajak Kaya Lewat AI

DJP Perkuat Pengawasan Harta Wajib Pajak Kaya Lewat AI

October 13, 2026
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

October 13, 2026
DJP Kejar Rp750,1 Triliun demi Target Pajak 2026

DJP Kejar Rp750,1 Triliun demi Target Pajak 2026

October 13, 2026
Pendapatan Negara Tembus Rp2.341,5 Triliun per September

Pendapatan Negara Tembus Rp2.341,5 Triliun per September

October 13, 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version