website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Wednesday, 17 June 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Internasional

Tanggapi Laporan Sunday Times, Richard Tice Sebut Perselisihan Pajaknya Hanya Kendala Teknis.

Muhammad Nur Izzuddin by Muhammad Nur Izzuddin
April 24, 2026
in Internasional
0 0
0
Tanggapi Laporan Sunday Times, Richard Tice Sebut Perselisihan Pajaknya Hanya Kendala Teknis.

LONDON, ENGLAND - DECEMBER 16: Deputy Leader of Reform UK, Richard Tice, speaks during a press conference on December 16, 2025 in London, England. Mr Tice announced the launch of a SEND (Special educational needs and disabilities) working group by his party to reform the special needs education sector. (Photo by Carl Court/Getty Images)

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LONDON – Pihak Reform UK memberikan klarifikasi resmi terkait polemik perpajakan yang menyeret nama perusahaan properti milik Wakil Ketua mereka, Richard Tice. Partai tersebut menegaskan bahwa perselisihan senilai £91.000 yang kini mencuat hanyalah sebuah “kekeliruan administratif kecil”.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan, unit bisnis yang didirikan Tice diduga gagal melunasi kewajiban pajak sebelum membagikan dividen kepada dirinya dan entitas *trust* lepas pantainya. Menanggapi kabar tersebut, Anggota Parlemen dari Boston dan Skegness ini menyebut kegagalan itu sebagai “masalah teknis” dan meyakini bahwa secara kumulatif, otoritas pajak (HMRC) telah menerima jumlah pajak yang semestinya.

“Kekurangan setoran pajak dari sisi perusahaan telah tertutupi oleh pembayaran pajak penghasilan pribadi Richard yang lebih tinggi, sehingga posisi kas negara tetap seimbang.”

Meskipun diklaim sebagai kesalahan minor, Partai Buruh tetap melayangkan kritik tajam dan menyebut sengketa ini sebagai isu serius yang mencederai integritas serta kredibilitas Richard Tice.

Baca Juga: 6.000 Lebih Warga Banyuwangi Bebas PBB-P2

Pembelaan Reform UK dan Respon HMRC

Zia Yusuf, selaku juru bicara urusan dalam negeri Reform UK, mengakui adanya “kesalahan administratif minor” namun ia menilai hal tersebut bukanlah sebuah skandal besar. Ia menjelaskan bahwa HMRC telah menyeimbangkan kewajiban tersebut melalui pajak penghasilan yang dibayarkan secara mandiri oleh Tice.

Sementara itu, pihak HM Revenue and Customs (HMRC) memilih untuk bersikap tertutup dengan tidak mengonfirmasi atau membantah adanya investigasi terhadap individu tertentu. Perusahaan Tice, Quidnet REIT Limited, yang bergerak di sektor investasi properti, kini menjadi pusat perhatian akibat laporan kegagalan pembayaran pungutan wajib atas dividen.

Baca Juga: Daftar Lengkap Objek PPh Final 2026

Kritik dari Partai Oposisi dan Tuntutan Pengunduran Diri

Partai Liberal Demokrat melalui pemimpinnya, Sir Ed Davey, menuntut langkah tegas dengan meminta agar Richard Tice segera diberhentikan. Ia menilai situasi finansial tersebut secara moral tidak dapat diterima bagi seorang figur publik.

Senada dengan hal tersebut, Partai Buruh sebelumnya telah mendesak HMRC untuk melakukan penyelidikan mendalam atas urusan pajak Tice, terutama setelah muncul klaim mengenai dugaan penghindaran pajak korporasi dalam jumlah yang jauh lebih besar melalui skema perusahaan propertinya.

Prinsip Kepatuhan Pajak Menurut Richard Tice

Dalam sebuah kesempatan di Westminster, Tice menegaskan bahwa Quidnet REIT Ltd adalah entitas yang sepenuhnya tunduk pada regulasi Inggris. Ia berargumen bahwa warga negara tidak memiliki kewajiban moral untuk membayar pajak melebihi batasan minimum yang ditetapkan secara legal oleh hukum.

“Membayar pajak secara sukarela lebih dari yang diwajibkan bukanlah praktik yang umum. Mengambil jalan untuk membayar pajak semaksimal mungkin justru bisa menjadi ancaman bagi stabilitas ekonomi,” pungkas Tice.

Baca Juga: Solusi Coretax Pajak Error 404 Jelang SPT

Hingga kini, perdebatan mengenai batas tipis antara kesalahan administratif dan kepatuhan perpajakan ini terus memicu diskusi hangat di ranah politik Inggris.

Sumber Terkait:

  • HM Revenue and Customs (HMRC)
  • Reform UK Official
  • Labour Party UK
Muhammad Nur Izzuddin

Muhammad Nur Izzuddin

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version