JAKARTA – Momentum bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026 diproyeksikan menjadi pendorong kuat bagi perekonomian nasional. Pemerintah sangat meyakini bahwa daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat akan merangkak naik, disokong oleh guyuran berbagai insentif, tebaran diskon, hingga kampanye masif program Belanja di Indonesia Saja (BINA) Lebaran 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dengan tegas menepis desas-desus yang menyebutkan bahwa daya beli rakyat pada periode Ramadan tahun ini tengah melemah. Optimisme tersebut bukan tanpa alasan, melainkan berpijak kuat pada tren Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang terus menunjukkan grafik menanjak semenjak akhir tahun lalu.
Baca Juga: Peringatan Fitch! Outlook Surat Utang RI Turun ke Negatif, Lesunya Pajak Jadi Biang Kerok
“Kita lihat saja dari indeks keyakinan konsumen naik, dan pemerintah terus mendorong program belanja di Indonesia saja, dan program lain dengan diskon yang cukup besar. Nah, diharapkan daya beli juga akan terdongkrak.”
— Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian
IKK Terus Membaik, Bansos dan Diskon Siap Diluncurkan
Mengacu pada data terbaru, posisi IKK pada Januari 2026 sukses bertengger di level optimistis dengan capaian 127,0. Angka ini mencatatkan perbaikan positif jika dikomparasikan dengan posisi pada bulan Desember 2025 yang hanya menyentuh 123,5, meski masih terpaut sangat tipis dari catatan Januari tahun lalu di angka 127,2.
Guna menjaga nyala api pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek ini, pemerintah telah meracik beragam stimulus menggiurkan yang siap dieksekusi menjelang Lebaran. Masyarakat akan dimanjakan dengan potongan harga atau diskon untuk tiket moda transportasi darat, laut, hingga udara, serta penyesuaian diskon tarif tol untuk meringankan beban biaya mudik.
Jaring Pengaman Sosial Ekstra: Pemerintah juga akan menggelontorkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng kepada 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), guna memastikan dapur rakyat tetap mengepul selama bulan suci.
Banjir THR dan Target Pertumbuhan Tembus 5,5 Persen
Demi mendongkrak mobilitas namun tetap menjaga kenyamanan arus balik pasca-Lebaran, pemerintah turut mengambil langkah adaptif dengan mempertimbangkan pemberlakuan kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Tidak berhenti di situ, daya gedor konsumsi akan disokong penuh oleh kucuran Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi barisan Aparatur Sipil Negara (ASN). Di ranah swasta, pemerintah terus mengawal kepastian pencairan THR bagi para pegawai, serta menerbitkan beleid khusus pemberian Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi dan kurir ojek online.
Melalui rentetan amunisi stimulus yang berlapis ini, Airlangga memancarkan keyakinan penuh. Ia memproyeksikan perputaran uang dan masifnya aktivitas belanja masyarakat selama momen Lebaran akan mampu mengakselerasi roda perekonomian nasional, hingga ditargetkan melesat menyentuh pertumbuhan 5,5 persen pada kuartal I/2026.















