website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Friday, 23 October 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Anggaran K/L yang Tak Terserap Akan Direalokasi, Purbaya Tekankan Manajemen Kas

Johannes Albert by Johannes Albert
September 29, 2026
in Nasional
0 0
0
Anggaran K/L yang Tak Terserap Akan Direalokasi, Purbaya Tekankan Manajemen Kas
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pengelolaan kas negara yang disiplin dan berorientasi hasil. Ia menyatakan akan merealokasi anggaran belanja kementerian/lembaga (K/L) yang penyerapannya tidak maksimal agar uang negara tidak menganggur dan segera memberi multiplier effect ke ekonomi.

“Saya tidak spending free. Ini soal cash management. Kalau ada anggaran besar-besar, nganggur, saya ambil. Uang negara harus berputar dan memberi hasil.” — Purbaya (Rabu, 8/10/2025)

Mengelola Kas: Efisiensi Bukan Sekadar Pangkas Anggaran

Purbaya menegaskan efisiensi bukan berarti memangkas belanja secara serampangan. Intinya, setiap rupiah dari APBN harus menghasilkan output dan outcome yang terukur. Karena APBN juga dibiayai utang, dana yang tidak digunakan tetap menimbulkan biaya bunga. Ia mencontohkan, pada bunga pinjaman sekitar 6%, dana menganggur Rp100 triliun tetap memunculkan beban bunga Rp6 triliun. Jika menganggur Rp400 triliun, bunganya mencapai Rp24 triliun untuk dana yang tidak dipakai.

Ia mengingatkan seluruh K/L untuk membelanjakan pagu secara efisien, efektif, dan tepat waktu. Serapan yang baik mempercepat penyaluran program prioritas sekaligus menjaga pertumbuhan, lapangan kerja, dan kestabilan harga.

Realokasi Termasuk Program Strategis

Purbaya menyebut realokasi juga dapat menyasar program Makan Bergizi Gratis (MBG) bila penyerapannya tidak optimal. Menurutnya, prinsipnya sama: anggaran tidak boleh parkir, harus diarahkan ke kegiatan yang siap dan memberikan impact. Dengan demikian, program prioritas yang eksekusinya tertunda dapat “disuntik” ulang dari sumber anggaran yang menganggur.

Baca juga: Purbaya: Pegawai Pajak Penerima Suap Dipecat, Pembenahan Harus Konsisten

Belanja Produktif: Tepat Sasaran, Tepat Waktu

Pemerintah tidak mengejar serapan semata, melainkan kualitas belanja. Belanja yang baik harus tepat sasaran, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang terukur—mulai dari output fisik, layanan publik, hingga indikator sosial-ekonomi. Purbaya menekankan agar K/L menata ulang jadwal lelang, memperkuat perencanaan, dan memitigasi hambatan implementasi sejak dini.

Kebijakan 2026: Optimalisasi, Bukan Blokir

Untuk tahun depan, Purbaya menyampaikan pemerintah tidak berencana memblokir anggaran seperti pada awal 2025. Fokus diarahkan pada optimalisasi belanja melalui penajaman prioritas dan akselerasi pelaksanaan. Sebagai konteks, awal tahun ini pemerintah memblokir pagu K/L Rp256,1 triliun (Inpres 1/2025). Seiring perbaikan kinerja, Kemenkeu telah membuka blokir Rp168,5 triliun pada September 2025.

Biaya Dana Menganggur & Dampaknya ke Fiskal

Dana menganggur bukan hanya tidak produktif, tetapi juga menggerus ruang fiskal melalui biaya bunga. Dengan menekan idle cash, pemerintah dapat menurunkan kebutuhan pembiayaan dan menjaga kepercayaan investor terhadap kredibilitas fiskal. Praktik ini sejalan dengan prinsip public financial management modern yang menuntut value for money dalam setiap pengeluaran.

Langkah Taktis K/L yang Didorong Menkeu

  • Perencanaan realistis dan front-loading untuk paket prioritas agar eksekusi lebih cepat di semester I.
  • Percepatan proses pengadaan (pra-DIPA, standarisasi dokumen, jadwal lelang yang pasti) guna menghindari penumpukan akhir tahun.
  • Monitoring mingguan serapan dan hambatan, disertai mekanisme realokasi cepat jika ada kegiatan yang macet.
  • Penguatan tata kelola agar belanja tepat sasaran, bebas dari korupsi, dan terdokumentasi untuk audit.

Baca juga: Perbaikan Sistem Coretax Ditargetkan Selesai dalam Sebulan

Manfaat ke Ekonomi Nyata

Belanja yang cepat dan tepat berdampak ke dunia usaha (melalui pembayaran kontrak, serapan tenaga kerja, dan permintaan bahan baku), memperlancar layanan publik, serta menopang daya beli kelompok rentan. Dengan demikian, kualitas serapan anggaran menjadi salah satu kunci pertumbuhan yang inklusif.

Sumber Terkait

  • Kementerian Keuangan RI
  • Direktorat Jenderal Anggaran
  • Badan Kebijakan Fiskal
  • Badan Pemeriksa Keuangan
  • OECD – Public Budgeting
Johannes Albert

Johannes Albert

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Tata Cara Pelaporan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Status Nihil Menggunakan Coretax Form

April 30, 2026
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

9
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

6
SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

4
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
Indonesia Perluas Peluang Pendanaan Lewat Kemitraan Global

Indonesia Perluas Peluang Pendanaan Lewat Kemitraan Global

October 23, 2026
Pajak Orang Kaya 5% Bikin Zuckerberg Berencana Tinggalkan California

Pajak Orang Kaya 5% Bikin Zuckerberg Berencana Tinggalkan California

October 23, 2026
398 Ribu Unit di Bengkulu Diblokir akibat Tunggakan Pajak Kendaraan 10 Tahun

398 Ribu Unit di Bengkulu Diblokir akibat Tunggakan Pajak Kendaraan 10 Tahun

October 22, 2026
Pajak Digital dan Aset Kripto Dibahas dari Perspektif Syariah

Pajak Digital dan Aset Kripto Dibahas dari Perspektif Syariah

October 22, 2026

Recent News

Indonesia Perluas Peluang Pendanaan Lewat Kemitraan Global

Indonesia Perluas Peluang Pendanaan Lewat Kemitraan Global

October 23, 2026
Pajak Orang Kaya 5% Bikin Zuckerberg Berencana Tinggalkan California

Pajak Orang Kaya 5% Bikin Zuckerberg Berencana Tinggalkan California

October 23, 2026
398 Ribu Unit di Bengkulu Diblokir akibat Tunggakan Pajak Kendaraan 10 Tahun

398 Ribu Unit di Bengkulu Diblokir akibat Tunggakan Pajak Kendaraan 10 Tahun

October 22, 2026
Pajak Digital dan Aset Kripto Dibahas dari Perspektif Syariah

Pajak Digital dan Aset Kripto Dibahas dari Perspektif Syariah

October 22, 2026

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version